15 Permainan Anak Zaman Dulu yang Asyik Dimainkan Sekarang
15 Permainan Anak Zaman Dulu yang Asyik
Permainan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi anak-anak. Melalui bermain, anak-anak dapat mengembangkan berbagai aspek pengembangan diri seperti sosialisasi, kreativitas, motorik, dan belajar mengelola emosi. Di zaman sekarang, di mana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, banyak anak-anak lebih memilih bermain dengan gadget mereka daripada bermain di luar rumah.
Hal ini tentu berbeda dengan anak-anak zaman dahulu yang lebih banyak bermain di luar rumah. Mereka mengenal berbagai macam permainan tradisional yang melibatkan aktivitas fisik dan interaksi sosial. Meskipun terdapat pandemi Covid-19 saat ini yang mengharuskan anak-anak untuk tinggal di dalam rumah, tidak ada salahnya kita mengenang kembali permainan anak-anak zaman dahulu yang asyik untuk diajarkan kepada anak-anak.
1. Petak Umpet
Salah satu permainan zaman dahulu yang sangat populer adalah petak umpet. Permainan ini melibatkan kelompok anak yang bersembunyi dan seorang penjaga yang berusaha menemukan mereka. Anak-anak akan memilih siapa yang menjadi penjaga dengan cara hompimpa. Setelah itu, penjaga akan menutup matanya dan menghitung dari satu sampai sepuluh, sementara anak-anak yang lain bersembunyi.
Tujuan dari permainan ini adalah untuk bersembunyi sebaik mungkin agar penjaga tidak dapat menemukan mereka. Anak-anak akan belajar mengatur strategi untuk bersembunyi dengan baik. Mereka juga akan belajar mengelola emosi karena harus bersabar menunggu giliran bersembunyi dan menjaga ketenangan saat bersembunyi.
2. Ular Naga Panjang
Permainan ular naga panjang adalah permainan yang seru dimainkan dengan teman-teman atau saudara-saudara. Permainan ini membutuhkan setidaknya tujuh orang untuk bermain. Dalam permainan ini, dua orang ditunjuk sebagai penjaga yang bertugas menyatukan tangannya membentuk lorong, sementara anak-anak yang lain harus melewati lorong tersebut dengan melantunkan lagu “ular naga panjang” hingga selesai.
Setelah lagu selesai, penjaga akan menangkap salah satu dari anak-anak yang berada di lorong. Anak yang tertangkap harus memilih bergabung dengan tim A atau tim B. Tim yang jumlah anggotanya lebih sedikit bertugas menangkap tim lawan. Permainan ini sangat melatih ketangkasan dan juga mengajarkan anak-anak untuk bekerja sama dalam tim.
3. Bola Bekel
Bola bekel adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan bola kecil dan enam biji bekel. Permainan ini dimulai dengan melemparkan bola bekel ke lantai, sambil mencoba mengambil biji bekel yang disusun berdiri dalam posisi tertentu sebelum bola kembali menyentuh lantai. Anak-anak harus melakukannya dengan cepat dan tepat untuk mengambil semua biji bekel.
Permainan bola bekel ini mengajarkan anak-anak untuk memiliki ketelitian dan kecepatan dalam mengambil biji bekel. Mereka juga belajar mengendalikan emosi dan kesabaran karena harus berusaha untuk mencapai biji bekel dengan cepat tanpa terganggu oleh bola yang bergerak. Permainan ini juga dapat dimainkan oleh anak-anak perempuan dan laki-laki, sehingga dapat menjadi sarana interaksi sosial yang baik.
4. Lompat Tali
Lompat tali merupakan salah satu permainan yang sangat populer di kalangan anak-anak, terutama anak perempuan. Permainan ini melibatkan seorang atau beberapa orang yang melompat melewati tali yang digeser oleh dua orang pemegang tali. Cara bermainnya cukup sederhana, yaitu dengan melompat melewati tali tanpa menyentuhnya.
Permainan lompat tali ini sangat baik untuk melatih keseimbangan, kelenturan, dan kecepatan anak-anak. Mereka juga belajar bekerja sama dengan teman-teman mereka untuk menjaga ritme dan kecepatan lompatan. Selain itu, permainan ini juga dapat menjadi sarana olahraga yang menyenangkan bagi anak-anak.
5. Kelereng
Kelereng adalah permainan yang sangat populer di kalangan anak-anak laki-laki. Permainan ini melibatkan kelereng-kelereng kecil yang biasanya terbuat dari kaca bening dengan berbagai motif dan warna. Anak-anak akan memainkan kelereng dengan cara menjentikkan kelereng mereka ke arah kelereng lawan.
Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengenai kelereng lawan dan mendapatkan kelereng tersebut. Permainan ini melatih kecepatan, ketepatan, dan strategi anak-anak dalam menjentikkan kelereng mereka. Mereka juga belajar menerima kekalahan dan menghargai usaha lawan.
6. Bongkar Pasang
Permainan bongkar pasang adalah permainan yang menggunakan berbagai macam bentuk kartu atau gambar yang harus dipasangkan satu sama lain. Anak-anak harus melihat dan mencocokkan kartu atau gambar yang memiliki bentuk atau gambar yang sama.
Permainan ini sangat baik untuk melatih daya ingat, konsentrasi, dan kecepatan berpikir anak-anak. Mereka juga belajar mengatur strategi dan berusaha mencocokkan kartu dengan cepat agar dapat memenangkan permainan.
7. Congklak
Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan biji kerang atau batu-batu kecil dengan papan lubang sebagai alat permainannya. Permainan ini dimainkan oleh dua orang dan tujuannya adalah mengumpulkan biji-biji tersebut.
Permainan congklak ini melatih kecerdasan logika, strategi, dan ketangkasan anak-anak. Mereka harus berpikir dengan cepat dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengumpulkan biji-biji tersebut.
8. Layang-layang
Layang-layang merupakan permainan yang sangat populer di Indonesia. Anak-anak akan membuat layang-layang dari kertas dan kerangka kayu atau bambu. Mereka akan menerbangkan layang-layang tersebut ke udara dan berusaha agar layang-layang tersebut terbang sejauh mungkin.
Permainan layang-layang ini melatih ketelitian dan ketangkasan anak-anak dalam membuat dan menerbangkan layang-layang mereka. Mereka juga belajar mengendalikan emosi saat layang-layang mereka terbang tinggi atau jatuh.
9. Senapan Bambu
Permainan senapan bambu atau pletokan adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan senapan yang terbuat dari bambu. Anak-anak akan menembakkan peluru atau kelereng menggunakan senapan tersebut ke arah target.
Permainan ini melatih kecepatan dan ketepatan anak-anak dalam menembakkan peluru. Mereka juga belajar mengatur kekuatan dan sudut tembakan agar dapat mengenai target dengan tepat.
10. Engklek
Engklek atau kotak sembilan adalah permainan yang dimainkan dengan melompati kotak-kotak yang digambar di tanah. Anak-anak harus melompat dengan satu kaki untuk mencapai kotak yang berisi angka atau gambar tertentu.
Permainan engklek ini melatih keseimbangan dan kecepatan anak-anak dalam melompat. Mereka juga belajar mengatur strategi dan mengambil keputusan dengan cepat untuk mencapai kotak yang diinginkan.
11. Egrang
Egrang adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan egrang yang terbuat dari dua galah atau tongkat dengan pijakan bambu sebagai tumpuan kaki. Anak-anak akan melompat-lompat menggunakan egrang tersebut.
Permainan egrang ini melatih keseimbangan dan kekuatan kaki anak-anak. Mereka juga belajar mengendalikan emosi dan mengatasi rasa takut saat melompat dengan egrang.
12. Ketapel
Permainan ketapel adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan ketapel yang terbuat dari kayu atau bambu, karet, dan peluru atau kelereng. Anak-anak akan menembakkan peluru atau kelereng menggunakan ketapel tersebut.
Permainan ini melatih ketepatan dan ketelitian anak-anak dalam menembakkan peluru. Mereka juga belajar mengatur kekuatan dan sudut tembakan agar dapat mengenai target dengan tepat.
13. Gasing
Gasing adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan gasing yang terbuat dari kayu atau bambu. Anak-anak akan memutar gasing tersebut menggunakan tali dan melakukan pertarungan dengan gasing lawan.
Permainan gasing ini melatih ketangkasan, ketepatan, dan strategi anak-anak dalam memutar gasing. Mereka juga belajar bersaing dengan fair dan menghargai usaha lawan.
14. Balap Karung
Balap karung adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan karung goni. Anak-anak akan melompat-lompat melewati garis finish menggunakan karung goni.
Permainan balap karung ini melatih kecepatan dan keseimbangan anak-anak dalam melompat menggunakan karung goni. Mereka juga belajar bersaing dengan fair dan menerima kekalahan dengan lapang dada.
15. Ular Tangga
Ular tangga adalah permainan yang dimainkan dengan menggunakan papan berlubang-lubang dan dadu. Anak-anak akan bergerak maju sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul di dadu. Mereka juga dapat naik atau turun di kotak yang memiliki gambar ular atau tangga.
Permainan ular tangga ini melatih keterampilan berhitung, konsentrasi, dan keterampilan strategi anak-anak. Mereka juga belajar mengelola emosi saat harus naik atau turun di kotak yang memiliki gambar ular atau tangga.
Itulah 15 permainan anak zaman dahulu yang asyik untuk dimainkan. Meskipun zaman telah berubah dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada salahnya kita mengenang dan mengajarkan permainan-permainan tradisional ini kepada anak-anak kita. Permainan tradisional ini dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak-anak, seperti melatih keterampilan motorik, kecerdasan kognitif, sosialisasi, dan kreativitas. Mari kita jaga warisan budaya kita dengan tetap mengenalkan dan menjaga permainan tradisional ini agar tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Selamat bermain!
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.