Penyebab Orang Tersambar Petir, Ini Penjelasannya!


Penyebab Orang Bisa Tersambar Petir

Petir merupakan fenomena alam yang sering terjadi, terutama pada saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Namun, banyak yang tidak menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh petir, terutama ketika orang bisa tersambar petir. Lalu, apa saja penyebab orang bisa tersambar petir?

Pertama-tama, ada faktor keberadaan manusia di ruang terbuka yang menjadi penyebab utama orang bisa tersambar petir. Ketika petir terjadi, muatan positif di permukaan bumi mencari muatan negatif yang ada di awan. Dan manusia sering menjadi objek yang menonjol di tengah ruang terbuka, seperti dalam ladang, lapangan, atau tempat yang tidak memiliki objek lain yang lebih tinggi di sekitarnya. Inilah yang membuat manusia menjadi objek yang paling rentan untuk tersambar petir.

Selain itu, ada juga faktor ketinggian yang mendekati panjang sambaran petir. Ketika petir mendekati permukaan bumi, muatan positif di permukaan menyambutnya ke atas, mulai dari puncak kepala seseorang dan puncak pohon hingga ke puncak gedung. Karena muatan kepala orang lebih cepat daripada daerah sekitarnya untuk memenuhi barisan depan guntur awan, maka orang tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tersambar petir.

Selain itu, ada juga beberapa proses atau cara orang bisa tersambar petir. Pertama adalah kilatan samping. Kilatan samping terjadi ketika petir menyambar objek yang lebih tinggi di dekat korban. Bagian dari arus melompat dari objek yang lebih tinggi ke arah korban, sehingga korban menjadi korsleting energi ketika terjadi pelepasan petir. Kilatan samping ini biasanya terjadi saat korban berada dalam jarak satu atau dua kaki dari objek yang terkena cahaya, seperti saat berlindung di bawah pohon.

Selain kilatan samping, ada juga kilatan “streamer”. Kilatan streamer tergolong tidak biasa, tetapi tetap berbahaya. Dalam jenis sambaran petir ini, seseorang bisa terkena jika menjadi jembatan konduktif. Maksudnya, seseorang dapat terkena sambaran petir ini jika tubuhnya berada di antara dua objek yang berbeda muatan, misalnya saat berada di antara pohon dan tanah. Oleh karena itu, jika ada petir, sebaiknya jauhkan diri dari pohon dan berbaring di atas tanah. Hindari juga menyentuh kabel listrik, logam, air, atau peralatan listrik lainnya.

Selanjutnya, ada juga sambaran langsung yang paling sering terjadi saat korban berada di area terbuka. Sambaran langsung bukanlah penyebab paling umum, tetapi paling berbahaya. Pada sambaran langsung, beberapa arus mengalir tepat di atas dan di sepanjang permukaan kulit korban. Dalam waktu tersebut, arus listrik lainnya juga dapat melewati sistem kardiovaskular dan saraf korban.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa seseorang bisa tersambar petir. Beberapa faktor seperti keadaan cuaca, topografi tanah, dan objek-objek di sekitarnya dapat mempengaruhi kemungkinan tersambar petir. Namun, pada dasarnya, faktor keberadaan manusia di ruang terbuka dan memiliki ketinggian yang mendekati panjang sambaran petir menjadi penyebab utama orang bisa tersambar petir.

See also  Ketahui Rekomendasi Warna Keramik Kamar Mandi Yang Bagus

Proses Terjadinya Petir

Untuk memahami lebih lanjut tentang penyebab orang bisa tersambar petir, kita perlu memahami proses terjadinya petir secara detail. Pada dasarnya, petir terjadi karena adanya beda potensial antara awan dengan bumi atau dengan awan lainnya.

Ketika awan diisi dengan muatan listrik, muatan positif terbentuk di bagian atas awan, sementara muatan negatif terbentuk di bagian bawah awan. Seiring bertambahnya muatan positif dan negatif, percikan besar terjadi di antara awan. Proses inilah yang kemudian menghasilkan kilatan petir.

Petir biasanya terjadi di antara awan yang memiliki muatan listrik yang berbeda, misalnya awan dengan muatan positif dan negatif. Namun, terkadang petir juga dapat terjadi antara awan dan permukaan bumi. Hal ini terjadi ketika muatan positif di permukaan bumi menarik muatan negatif di awan. Dan ketika muatan positif di permukaan terhubung dengan muatan negatif di awan, terjadilah percikan besar yang disebut petir.

Proses terjadinya petir ini sangat cepat, hanya berlangsung dalam waktu singkat. Namun, dampak yang ditimbulkan bisa sangat besar. Petir dapat menghasilkan kilatan cahaya yang menyilaukan dan suara yang menggelegar. Tidak hanya itu, petir juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh manusia, seperti luka bakar, perforasi gendang telinga, kerusakan mata, henti jantung, dan henti napas.

Dampak Terjadinya Petir

Tidak hanya memiliki penyebab yang beragam, petir juga memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan manusia di muka bumi. Berikut adalah efek dari adanya petir:

1. Efek Listrik

Ketika petir terjadi, itu akan menyebabkan gejala listrik pada manusia. Ketika arus petir melewati konduktor ke tahanan tanah instalasi penangkal petir, terjadi penurunan tegangan resistif. Arus petir ini juga akan memicu tegangan tinggi di sekitar elektroda pentanahan, yang cukup berbahaya bagi makhluk hidup di sekitarnya.

2. Efek Thermal

Selain efek listrik, petir juga dapat menyebabkan efek thermal. Efek thermal adalah proses pelepasan petir yang terbatas pada peningkatan suhu konduktor yang dilalui arus petir yang besar. Meskipun efek thermal ini berlangsung dalam waktu singkat dan dampaknya pada sistem proteksi petir bisa diabaikan, namun tetap berpotensi menimbulkan risiko.

3. Efek Tegangan Tembus Samping

Proses terjadinya petir juga dapat berdampak pada tegangan tembus samping pada sistem proteksi petir. Ketika terjadi titik tumbukan pada sistem proteksi petir dengan tegangan yang jauh lebih tinggi, elemen logam di sekitarnya dapat terkena risiko kerusakan tegangan. Ini juga berpotensi membahayakan isi maupun rangka peralatan bangunan.

See also  10 Pemain Police University dan Kisah Di Balik Karakternya!

Dengan adanya efek-efek yang ditimbulkan oleh petir, maka penting rasanya untuk lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak tersambar petir.

Cara Mencegah Sambaran Petir

Untuk mencegah dan menghindari tersambar petir, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, baik saat berada di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah sambaran petir:

1. Saat Berada di Luar Ruangan

– Jangan berlindung di bawah bangunan yang terbuat dari logam atau terdapat tiang listrik.
– Cari tempat yang rendah dan aman jika terjadi petir.
– Jauhi tempat-tempat yang memiliki ketinggian, seperti bukit atau puncak gunung.
– Tempatkan diri di dalam kendaraan yang dilengkapi dengan sistem penangkal petir.
– Hindari bermain atau berada di sekitar air, seperti danau, sungai, atau kolam renang.

2. Saat Berada di Dalam Ruangan

– Matikan perangkat elektronik dan cabut kabel dari stopkontak.
– Jauhi telepon dan smartphone yang terhubung dengan kabel atau charger saat terjadi petir.
– Jauhi saluran air atau pipa bagi menghindari potensi sambaran petir.
– Kenakan sandal karet untuk menghindari konduktivitas listrik.
– Jauhi jendela dan pintu yang dapat menjadi jalur potensial bagi sambaran petir.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko tersambar petir dan melindungi diri sendiri serta orang-orang di sekitar.

Peristiwa Sambaran Petir

Selama ini, petir sering kali dihubungkan dengan bahwa pasang dan musim hujan. Namun, keberadaannya bisa menyebabkan bencana bagi kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa peristiwa sambaran petir yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia:

1. Sambaran Petir di Uganda, 18 Pelajar Meninggal

Pada tahun 2011, sebuah bencana terjadi di Kiryandongo, Uganda. Ketika para siswa sedang bersiap-siap pulang sekolah, hujan mulai turun dan mereka berlindung di dalam kelas bersama seorang guru. Namun, petir tetap menyebar dan mengenai semua orang di dalam kelas. Akibatnya, 18 pelajar dan 1 guru meninggal dunia, sementara 38 siswa lainnya luka-luka. Kejadian ini menyoroti pentingnya perlindungan dan penangkal petir yang memadai di daerah tersebut.

2. Pesawat Tersambar Petir

Penerbangan adalah salah satu moda transportasi yang memiliki risiko tersambar petir. Salah satu contohnya adalah bencana yang terjadi pada Peruvian LANSA Flight 508 pada tanggal 24 Desember 1971. Pesawat ini tersambar petir, menyebabkan terbakarnya salah satu sayapnya dan kehilangan keseimbangan. Akibatnya, pesawat jatuh di hutan Amazon. Dari 92 penumpang, hanya satu yang selamat. Nama orang yang selamat adalah Juliane Koecpke, yang berhasil bertahan hidup dengan berjalan berhari-hari di sepanjang sungai sampai menemukan pemukiman.

See also  Profil Jo Yuri, Soloist Cantik Eks Member IZ*ONE Bersuara Merdu!

3. Petir Menyambar Tim Sepakbola

Bermain olahraga di luar ruangan juga memiliki risiko tersambar petir. Pada satu kejadian di Kasai, Kongo, sebuah tim sepakbola lokal tewas akibat tersambar petir. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1998 dan mengejutkan banyak orang. Yang menarik, semua orang yang tewas berada dalam satu tim, sedangkan tim lawan selamat tanpa mengalami luka serius. Kejadian ini bahkan dikaitkan dengan ilmu hitam dan kutukan oleh penduduk setempat.

4. Petir Menyebabkan 3.000 Orang Meninggal di Brescia

Petir tidak hanya menyebabkan kematian orang yang tersambar secara langsung, tetapi juga bisa menyebabkan bencana lain yang memakan korban jiwa. Salah satunya terjadi di kota Brescia pada tahun 1769. Saat itu, petir menyambar menara lonceng St. Nazaire dan menyebabkan ledakan besar dalam gudang berisi 100 ton bubuk mesiu. Ledakan ini menghancurkan seperenam bangunan kota dan menyebabkan sedikitnya 3.000 orang tewas.

5. Peristiwa 93 Orang Tewas Akibat Petir di India

Pada tanggal 21 dan 22 Juni 2016, terjadi sambaran petir yang melanda kota Bihar, India. Sambaran petir ini menyebabkan 56 orang tewas dan 28 orang luka-luka. Jumlah korban tewas kemudian bertambah menjadi 93 orang setelah menghitung jumlah korban di wilayah Uttar Pradesh, Jharkhand, dan Madhya Pradesh yang juga terkena badai petir. Beberapa korban adalah petani yang sedang bekerja di ladang saat kejadian.

Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh petir. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat ketika berada di luar ruangan.

Penutup

Dalam tulisan ini, telah dijelaskan berbagai penyebab orang bisa tersambar petir. Mulai dari keberadaan manusia di ruang terbuka yang menjadi objek paling rentan, faktor ketinggian yang mendekati panjang sambaran petir, hingga proses terjadinya petir secara detail. Selain itu, juga dijelaskan dampak dari adanya petir serta cara-cara mencegah dan menghindari sambaran petir.

Dengan memahami lebih baik tentang fenomena petir dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah dijelaskan, diharapkan bisa mengurangi risiko tersambar petir dan melindungi diri sendiri serta orang-orang di sekitar. Penting bagi kita semua untuk selalu waspada dan tidak menganggap remeh bahaya yang ditimbulkan oleh petir.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply