Panduan Pengendalian Diri/Self Control
Pengertian dari Pengendalian Diri
Pengendalian diri adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol emosi dan tingkah laku yang ada pada dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari, pengendalian diri sangat penting karena dapat membantu seseorang mencapai tujuan yang diinginkan dengan lebih terarah. Pengendalian diri dapat diartikan sebagai serangkaian proses yang terjadi untuk membentuk diri sendiri.
Menurut Calhoun dan Acocella (1990), pengendalian diri adalah pengaturan dari proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang. Sedangkan menurut Goldfried dan Merbaum, pengendalian diri adalah kemampuan untuk menyusun, mengatur, membimbing, dan mengarahkan perilaku seseorang agar berjalan ke arah yang lebih positif. Mahoney dan Thoresen menyatakan bahwa pengendalian diri adalah kemampuan individu untuk berinteraksi dengan lingkungan yang ada.
Dalam pengendalian diri, seseorang perlu memiliki kemampuan untuk mengontrol dan menekan tingkah laku yang impulsif serta mengarahkannya pada konsekuensi yang lebih baik. Dengan memiliki pengendalian diri yang tinggi, individu dapat memperhatikan cara yang tepat dalam berperilaku di berbagai situasi yang terjadi.
Aspek Pengendalian Diri
Pengendalian diri terbagi menjadi lima aspek, yaitu kontrol perilaku, kontrol kognitif, kontrol kepuasan, kontrol informational, dan kontrol retrospektif.
1. Kontrol Perilaku
Kontrol perilaku adalah kemampuan seseorang dalam mengatur tingkah laku yang dapat mempengaruhi dan memodifikasi keadaan yang seringkali tidak menyenangkan. Kemampuan ini terdiri dari regulated administration (kemampuan untuk mengatur pelaksanaan) dan stimulus modifiability (kemampuan untuk mengatur stimulus).
2. Kontrol Kognitif
Kontrol kognitif adalah kemampuan seseorang dalam mengelola informasi yang tidak diinginkan melalui interpretasi, penilaian, dan penggabungan suatu keadaan ke dalam kerangka kognitif. Kemampuan kognitif ini meliputi memperoleh informasi dan melakukan penilaian.
3. Kontrol Kepuasan
Kontrol kepuasan adalah kemampuan seseorang dalam memilih tindakan yang diyakini dan disetujui untuk mencapai kepuasan. Dalam pengendalian diri, individu perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan keputusan yang diambil.
4. Kontrol Informational
Kontrol informational adalah kemampuan seseorang dalam mengurangi tekanan dengan meningkatkan kemampuan untuk memprediksi dan mempersiapkan apa yang akan terjadi. Individu perlu memiliki kemampuan untuk mengatasi rasa takut akan hal-hal yang tidak dapat diprediksi.
5. Kontrol Retrospektif
Kontrol retrospektif adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan tentang penyebab tekanan yang ada. Dalam pengendalian diri, individu perlu memiliki kemampuan untuk menyadari dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi dirinya.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengendalian Diri
Pengendalian diri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
1. Faktor Internal
Faktor internal yang memengaruhi pengendalian diri meliputi usia. Seiring bertambahnya usia seseorang, kemampuan dalam mengendalikan diri juga meningkat.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang memengaruhi pengendalian diri meliputi lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk pengendalian diri anak. Dengan menerapkan kedisiplinan sejak dini dan memberikan konsekuensi yang nyata, anak akan memiliki sikap konsisten yang baik dalam mengendalikan diri.
Selain itu, faktor lain yang memengaruhi pengendalian diri adalah orientasi religius, pola asuh orang tua, dan faktor kognitif. Orientasi religius dapat mempengaruhi pengendalian diri seseorang dengan memberikan konsekuensi yang positif. Pola asuh orang tua yang disiplin dapat menanamkan nilai pengendalian diri pada anak. Faktor kognitif juga berperan dalam pengendalian diri, karena kemampuan mengendalikan diri seringkali dipengaruhi oleh perencanaan dan penilaian individu.
Cara Mengendalikan Diri
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengatur Irama Pernapasan
Mengatur irama pernapasan dapat membantu seseorang mengendalikan emosi yang ada dalam diri. Dengan menarik napas dalam dan perlahan, seseorang dapat mengistirahatkan pikiran sejenak dan menjernihkan pikiran.
2. Menahan Amarah serta Mengendalikan Diri
Menahan amarah dan mengendalikan diri dalam situasi yang sulit dapat membantu mencegah konflik dan mempertahankan kedamaian.
3. Mengontrol Tingkat Kesadaran Diri
Mengontrol tingkat kesadaran diri penting untuk menghindari tindakan impulsif. Dengan memiliki kesadaran diri yang baik, seseorang dapat memilih waktu dan tempat yang tepat untuk berekspresi.
4. Melakukan Aktivitas yang Disukai Guna Mengalihkan Pikiran
Melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu mengalihkan pikiran dari hal-hal yang membuat emosi menjadi tidak stabil.
5. Mengubah Sudut Pandang
Mengubah sudut pandang tentang suatu masalah dapat membantu seseorang menghadapi situasi dengan lebih objektif dan mengurangi reaksi negatif yang berlebihan.
6. Membayangkan Setiap Harinya Sebagai Hari Terakhir
Membayangkan setiap hari sebagai hari terakhir dapat membantu seseorang menjadi lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
7. Bersikap Bijak Ketika Melakukan Tindakan
Bersikap bijak dalam mengambil tindakan dapat membantu seseorang menghindari keputusan yang impulsif dan menyeluruh.
8. Mampu Saling Memaafkan
Memaafkan adalah hal yang penting untuk mengendalikan diri. Saling memaafkan dapat membantu menghindari pemikiran negatif dan mencegah penyimpanan emosi negatif dalam pikiran.
9. Tidak Membesarkan Sebuah Masalah
Tidak membesarkan masalah dapat membantu seseorang mengurangi tekanan dalam diri. Ketika menghadapi masalah, penting untuk berpikir jernih dan menyelesaikannya dengan cara yang baik.
10. Memikirkan Dampak yang Bisa Terjadi
Memikirkan dampak yang bisa terjadi jika membiarkan emosi mengambil alih dapat membantu seseorang menyadari konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.
11. Mengidentifikasi Perasaan yang Dimiliki
Mengidentifikasi perasaan yang dimiliki dapat membantu seseorang menghadapi emosi dengan lebih bijaksana dan mengambil keputusan yang tepat.
12. Membuat Tulisan Mengenai Situasi Hati
Membuat tulisan mengenai situasi hati dapat membantu seseorang merefleksikan diri dan mengenali perasaan yang dimiliki secara lebih mendalam.
13. Melakukan Meditasi
Meditasi dapat membantu seseorang meningkatkan kesadaran akan perasaan dan pikiran yang ada dalam dirinya. Dengan bermeditasi, seseorang dapat mengendalikan emosi dan pikiran yang berlebihan.
Dalam mengendalikan diri, penting untuk mengingat bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan latihan yang kontinu. Dengan konsisten dan tekun melatih pengendalian diri, seseorang akan semakin mahir dalam mengontrol emosi dan tingkah laku yang ada pada dirinya.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.