Daftar Harga Merek Pensil 2B Terbaru dan Makna di balik Kode Pensil



Merek Pensil 2B dan Sejarah Singkat Pensil

Sejarah Singkat Pensil

Sebelum membahas mengenai merek pensil 2B serta makna di balik kode-kode yang ada pada ujung pensil, ada baiknya apabila Anda mengetahui sejarah singkat pensil, bagaimana sih awal mula terciptanya pensil hingga berkembang dan muncul beragam jenis pensil termasuk pensil 2B?

Pada zaman prasejarah, pada mulanya manusia menggunakan batu untuk menulis. Batu yang digunakan untuk menulis tersebut, dibuat runcing dan kemudian dipakai untuk menulis. Media maupun alas yang dipakai oleh manusia untuk menulis saat itu adalah dinding gua yang menjadi tempat tinggal manusia.

Sehingga, banyak ditemukan tulisan-tulisan dari zaman prasejarah di gua-gua tempat manusia tinggal. Menurut penelitian, goresan atau tulisan pertama kali ditorehkan pada akhir masa Pleistosen. Alat yang dipakai untuk menulis adalah gurdi atau batu runcing.

Gurdi digunakan oleh manusia tidak hanya untuk menulis atau menggambar saja, tetapi juga digunakan untuk melubangi kulit binatang. Seiring dengan perkembangan zaman, muncullah pensil. Pensil merupakan batang ramping yang berisi zat padat seperti grafit serta tertutup dalam silinder kayu, logam maupun plastik.

Ketika zat grafit pertama kali ditemukan di Inggris pada abad ke-16, orang mengira bahwa grafit tersebut merupakan bentuk timah, dari situlah kemudian istilah populer mulai muncul.

Di tahun 1565, seorang naturalis asal Jerman-Swiss bernama Conrad Gesnet akhirnya menyebutkan bahwa granit adalah sejenis timas, namun pada tahun 1779 seorang ahli kimia asal Swedia bernama Carl Wilhem Scheele menunjukkan bentuk karbon.

Ketika zat grafit ditemukan pertama kali, grafit dimanfaatkan oleh manusia untuk menulis di atas media. Akan tetapi, grafit murni tersebut mudah patah dan terlalu lembut, selain itu, grafit memberikan efek kotor ketika digunakan.

Pensil pertama kali dibuat dengan campuran bubuk grafit serta tanah liat sebagai pengikat grafit. Orang pertama yang menemukan pensil adalah seorang insinyur asal Prancis bernama Nicolas Jacques Conte pada tahun 1795.

Pada mulanya, pensil dilapisi dengan kertas serta kayu. Kemudian Conte pun membentuk campuran tersebut menjadi sebuah batangan yang keras dengan cara membakarnya dalam perapian. Hasilnya, pensil akhirnya bisa digunakan dengan nyaman, mudah serta tidak membuat tangan kotor.

Selanjutnya, berkembang serta muncul beragam inovasi terkait pensil. Mulai dari pengaturan ketebalan hasil tulisan hingga warna pensil.

Dalam perkembangannya, ditemukan pensil mekanik atau pena yang mulai populer sejak abad ke-19. Berbeda dengan pensil, pena memiliki ujung logam yang tajam yang dicelupkan dalam tinta sebelum digunakan untuk menulis.

Di Amerika Serikat, para produsen pensil menggunakan kode angka sebagai informasi yang menunjukan untuk mewakili nilai grafit yang berbeda pada tiap pensil. Sementara di negara lainnya, menggunakan kombinasi huruf serta angka.

Merek Pensil 2B dan Popularitasnya

Di antara beberapa jenis pensil, rupanya pensil tulis 2B adalah pensil yang paling favorit digunakan oleh para pelajar maupun mahasiswa untuk mengisi kolom ujian, ketika ujian nasional dilaksanakan berbasis offline dan tidak menggunakan komputer seperti sekarang ini.

Nah, alasan pensil 2B menjadi favorit ternyata karena kandungan grafit yang ada pada pensil serta clay atau tanah lempung sebagai bahan isi pensil 2B yang sama-sama seimbang atau homogen.

Homogenitas pada kedua bahan baku pensil 2B tersebutlah yang membuat kadar kehitaman dari goresan pensil yang mampu terbaca oleh komputer pemindai pemeriksa soal dan berada pada skala yang pas dan tepat.

See also  69 Ucapan Selamat Menikah Islami Menyentuh Hati dan Berkesan!

Sebagai pensil favorit, salah satu merek pensil 2B yang cukup terkenal di Indonesia yaitu Fabel Castell sendiri, memproduksi pensil 2B sebanyak 3,6 juta gross pensil atau setara dengan 518.400.000 batang pensil setiap tahunnya, dan produk yang diproduksi tersebut, termasuk pensil tulis dan pensil warna.

Apabila Anda ingin membeli pensil 2B untuk kebutuhan ujian, maka Anda dapat memilih untuk membeli pensil 2B Merk Phoenix. Pensil 2B Phoenix tersedia di aikerja.com dengan harga yang cukup murah yaitu Rp5.000 saja. Selain murah, pensil 2B Phoenix dijamin tidak mudah patah dan memiliki ketebalan yang pas untuk mengerjakan lembar soal ujian maupun untuk membuat sketsa.

Daftar Merek Pensil 2B dan Harganya

Sebagai pensil favorit yang kerap digunakan oleh para pelajar maupun mahasiswa, berikut adalah daftar beberapa merek pensil 2B yang dapat dijadikan pilihan untuk Anda, ketika akan membeli pensil 2B.

1. Pensil kayu 2B untuk Anak dengan Karakter – Rp11.000
2. Pensil Joyko 2B P 97 – Rp1.050
3. Pensil Joyko 2B Hitam – Rp750
4. Pensil Kenko 0810 2B – Rp1.000
5. Pensil Handy 2B – Rp1.100
6. Pensil Fabel Castell 2B – Rp3.950
7. Pensil Faber Castell Komputer 2B – Rp5.811
8. Pensil Kayagi Flamingo 2B – Rp10.000
9. Pensil Philos 2B Neon Liris – Rp13.500
10. Pensil Staedtler 2B – Rp3.600
11. Pensil Susun CYB 2B Pencom – Rp7.800
12. Pensil V-Gen 2B – Rp5.600
13. Pensil Artline 2B EP – Rp1.900
14. Pensil Strak2B Graphite – Rp7.000
15. Pensil Station 2B – Rp1.000
16. Pensil Motif Fancy 2B – Rp8.500
17. Pensil Evergreen 2B – Rp18.500
18. Pensil Junko 2B – Rp1.000
19. Pensil Ariston 2B – Rp5.000
20. Pensil Greebel 2B – Rp4.500

Anda bisa membeli produk pensil 2B dengan merk Greebel dan Stabilo Exam Grade di aikerja.com. Kedua pensil 2B ini telah dibuat dan dikhususkan bagi Anda yang akan melaksanakan ujian, atau bagi Anda yang suka membuat sketsa dengan pensil 2B. Tentu saja, harga pensil yang tersedia di aikerja.com tidak mahal dan dijamin produknya original serta berkualitas!

Makna di Balik Kode Merek Pensil 2B

Ketika menggunakan pensil, Anda tentu menemukan pengkodean khusus yang ada pada ujung pensil. Baik itu 2B, HB ataupun kode lain yang ditandai dengan cat warna seperti biru hijau dan lainnya. Akan tetapi, apa sih arti di balik kode-kode pensil tersebut?

Kode pada ujung pensil, tentu bukan kode sembarangan. Sebab kode-kode tersebut memiliki makna tersendiri.

Tanda B pada pensil, seperti tulisan 2B pada bagian atas pensil berfungsi sebagai petunjuk. Huruf B pada ujung pensil, memberikan informasi mengenai ketebalan dari pensil tersebut. Sehingga, pensil dengan tanda B pada umumnya memiliki warna yang lebih hitam, sebab kandungan grafit yang ada pada pensil tersebut lebih banyak apabila dibandingkan dengan kandungan tanah liat pada pensil.

Selain warna pensil yang jauh lebih hitam, pensil dengan tanda B juga jauh lembut ketika digunakan. Sedangkan penomoran di depan huruf B menjadi penanda bahwa warna pensil dengan angka di depannya lebih hitam serta jauh lebih lembut, apabila dibandingkan dengan pensil dengan tanda B saja.

Selain tanda B pada pensil, tanda H pada pensil menjadi penanda tingkat kekerasan dari suatu pensil. Apabila pensil memiliki tanda huruf H, maka tekstur pensil lebih keras, sebab mengandung tanah liat yang lebih banyak dibandingkan dengan pensil dengan tanda B.

See also  Review Buku Mimpi Sejuta Dolar Karya Merry Riana

Selain itu, pensil dengan tanda H pada umumnya memiliki warna yang lebih pudar, apabila dibandingkan dengan pensil yang memiliki tanda B. selain tanda B dan H, ada pula pensil yang memiliki kode HB di ujung pensilnya.

Pensil dengan tanda HB ini, pada umumnya memiliki warna hitam serta tekstur yang cenderung lebih keras. Selain itu, ada pula pensil yang memiliki tanda F yang cocok apabila diraut hingga runcing. Lebih lengkapnya, berikut arti dari kode-kode pada pensil.

1. Kode H atau Hardness

Pensil dengan kode H artinya lebih menonjolkan tingkat kekerasan isi dari pensil. Pensil-pensil dengan kode H tersebut, memiliki komposisi tanah liat yang cenderung lebih banyak dibandingkan dengan komposisi grafitnya. Semakin besar angka yang ada di depan kode H, maka semakin keras pula isi pensilnya.

Pensil dengan kode H biasanya digunakan untuk membuat sketsa bangunan, sebab pensil dengan kode H ini memiliki efek warna yang tidak begitu gelap dan bahkan lebih cenderung berwarna abu-abu. Pensil jenis kode H ini biasanya ditandai dimulai dengan kode 3H, 4H, 5H, 6H, 7H, 8H hingga yang paling keras ialah 9H.

Ketika memakai pensil kode H, Anda harus berhati-hati dalam penggunaannya, jangan terlalu ditekan dengan kuat, sebab akan meninggalkan bekas di atas kertas dan bekasnya akan lebih sulit dihapus.

2. Kode F atau Fine Point

Komposisi pensil pada kode F ini seimbang, antara tanah liat dengan grafitnya. Sehingga isi dari pensil dengan kode F biasanya tidak terlalu tebal goresan pensilnya. Pensil dengan kode F ini, cocok digunakan untuk segala jenis keperluan, contohnya seperti menulis menggambar rancang hingga menggambar final.

Apabila dilihat dari hasil akhir pengerjaan menggunakan pensil kode F ini, terlihat seperti pensil kode H serta 2H. Akan tetapi, ketika menggunakan pensil kode F ini, sebaiknya jangan ditekan terlalu kuat, sebab akan susah untuk dihapus.

3. Kode HB atau Half Black

Pensil dengan kode HB ini sama seperti pensil dengan kode F. akan tetapi kandungan grafit pensil HB lebih banyak, sehingga hasil goresannya lebih tebal serta lebih pekat. Komposisi grafitnya yang lebih banyak, akan berpengaruh pula pada kepadatan pensil yang menjadi sedikit lebih lunak.

Pada umumnya, pensil dengan kode HB dipakai untuk membuat garis serta tulisan yang sedikit lebih besar dan lebih jelas. Sehingga perlu kesabaran apabila Anda ingin membuat garis yang lebih halus. Akan tetapi tidak seperti pensil kode F atau H, pensil kode HB ini cenderung lebih mudah dihapus serta lebih luntur apabila terkena gesekan.

4. Kode B atau Blackness

Pensil dengan kode B atau blackness ini memiliki komposisi grafit yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan komposisi tanah liat, sehingga hasil dari goresan pensil B umumnya akan lebih pekat, hitam, dan kepadatan pensilnya pun akan lebih lunak.

Jenis pensil kode B, biasanya ditandai dengan kode-kode seperti kode 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, dan seterusnya. Semakin besar angka di depan huruf B nya, maka semakin lunak pula kepadatan serta semakin pekat pula warna hitam pensil tersebut.

Pensil dengan tingkat ketebalan yang rendah seperti B, HB, serta 2B umumnya lebih sering dipakai untuk membuat sketsa awal atau disebut juga sebagai gambar rancang. Apabila pensil dengan ketebalan sedang, seperti 3B, 4B, serta 5B biasanya digunakan untuk membuat outline serta arsiran.

See also  10 Jenis Anjing Kecil Yang Tidak Bisa Besar Untuk Dipelihara

Sedangkan untuk pensil yang memiliki kadar kehitaman yang lebih pekat, seperti 6B, 7B, serta 8B, biasanya digunakan untuk membuat efek seperti pencahayaan dan lain sebagainya bergantung pada keperluan gambar.

Macam-macam Pensil berdasarkan tingkat kekerasannya

Apabila dibedakan berdasarkan tingkat kekerasannya, maka berikut adalah macam-macam pensil, berdasarkan tingkat kekerasan.

1. Pensil Lunak

Pensil jenis lunak, pada umumnya ditandai dengan kode-kode seperti 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, serta 7B. Semakin besar angka di depan huruf B atau artinya adalah Black, maka semakin lunak pula kepadatan pensilnya serta semakin pekat pula warna hitamnya.

2. Pensil Sedang

Jenis pensil sedang, artinya kepadatan pensilnya tidak terlalu keras serta tidak terlalu lunak. Pada umumnya jenis pensil dengan kepadatan sedang digunakan untuk menulis serta biasanya ditandai dengan huruf serta angka seperti H, HB, F, B, 2H, dan 3H.

B artinya adalah black, HB artinya adalah half black, H artinya adalah hard, sedangkan F artinya adalah firm.

3. Pensil Keras

Pensil dengan kepadatan keras, biasanya digunakan untuk membuat sketsa bangunan, sebab pensil dengan kepadatan keras ini memiliki efek warna yang tidak begitu hitam atau gelap dan bahkan cenderung lebih ke abu-abu. Jenis pensil keras, pada umumnya ditandai dengan kode huruf serta angka seperti 4H, 5H, 6H, 7H, 8H, 9H. Huruf di belakang angka artinya adalah hard atau keras.

Ketiga jenis pensil berdasarkan tingkat kepadatannya tersebut, memiliki tingkat kehitaman serta fungsi yang berbeda-beda.

Arti Kode Warna Pensil

Nah, selain pengkodean menggunakan angka dan huruf yang ditempatkan di ujung pensil, informasi mengenai pensil ini juga tertera melalui kode warna pensil lho Anda. Warna pada bagian luar pensil, biasanya menunjukkan area produksi dari pensil tersebut. Sehingga, beda tempat produksi pensil, maka berbeda pula warna di bagian luar pensilnya. Contohnya seperti berikut.

– Pensil yang diproduksi oleh pabrik yang berada di Amerika Utara, maka akan diberikan warna paling luar kuning.
– Pensil yang diproduksi oleh pabrik yang berada di Jerman serta Brazil akan memiliki kode warna hijau.
– Pensil yang diproduksi oleh pabrik-pabrik yang berada di India serta pabrik di wilayah Asia, maka akan diberikan warna hitam serta merah.
– Pensil yang diproduksi oleh pabrik yang ada di Swiss, maka akan memiliki warna paling luar merah, sedangkan pensil yang diproduksi di daerah Inggris maka akan memiliki warna hitam serta kuning.

Meskipun warna menunjukkan daerah produksi dari pensil, akan tetapi ada pula pabrik yang tidak memberikan kode warna pada pensil hasil produksinya. Sebab, pengkodean warna untuk menunjukkan daerah pensil tersebut dibuat, bukanlah peraturan yang wajib untuk pabrik pensil.

Kenapa Pensil 2B Dianjurkan Digunakan untuk Mengisi Lembar Jawab Komputer?

Ketika memasuki masa-masa ujian seperti ujian nasional, Anda mungkin disarankan untuk menggunakan pensil 2B dan bukan pensil jenis lain bukan?

Hal ini dikarenakan tingkat ketebalan dari pensil 2B dinilai pas dan dapat dibaca oleh komputer dengan jelas dibandingkan dengan pensil jenis lainnya. Selain itu, pensil 2B pun lebih mudah dihapus dan tidak akan merusak lembar jawab komputer.

Manggalahuk Gloss adalah media berita yang memberikan informasi terkini dan menarik


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?