Ketahui Kandungan Gizi Ikan Nila dan Manfaatnya untuk Kesehatan


Kandungan Gizi Ikan Nila

Dalam sepiring ikan nila bakar dilengkapi dengan sambal dan sayuran, menjadi menu yang pas untuk dimakan saat lapar. Namun, tahukah Anda? Selain memiliki cita rasa yang gurih, jenis ikan air tawar satu ini ternyata memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Lalu, apa saja kandungan gizi yang terdapat pada ikan nila? Dalam satu ekor ikan nila, terdapat banyak asam folat dan protein yang baik bagi tubuh.

Selain itu, ikan nila ini ternyata banyak juga mengandung vitamin B12, selenium, kalium, dan fosfor. Umumnya, dalam 100 gram ikan nilai, terkandung gizi seperti kalori, karbohidrat, protein, lemak baik, sejumlah vitamin, asam folat, fosfor, selenium, dan kalium.

Berikut kisaran kandungan gizi pada 100 gram ikan nila:

Kalori

Ikan nila mengandung sekitar 128 kalori per 100 gram. Meskipun memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, namun jika dikonsumsi dengan porsi yang sesuai dan dalam pola makan yang seimbang, ikan ini tidak akan menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan.

Protein

Ikan nila kaya akan protein, dengan kandungan sekitar 26 gram per 100 gram. Protein merupakan nutrisi penting bagi tubuh kita, karena berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta menjaga kesehatan otot.

Karbohidrat

Ikan nila tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Hal ini membuat ikan ini menjadi pilihan makanan yang baik bagi mereka yang sedang menjalani diet rendah karbohidrat.

Lemak Baik

Ikan nila mengandung sekitar 3 gram lemak baik per 100 gram. Lemak baik ini termasuk dalam kategori asam lemak omega-3, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Asam lemak omega-3 dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan dalam tubuh, meningkatkan fungsi otak, dan menjaga kesehatan kulit.

See also  Ragam Bentuk Alis dan Arti Kepribadian Berdasarkan Bentuknya

Vitamin B12

Ikan nila mengandung sekitar 31% dari saran konsumsi harian vitamin B12. Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf.

Vitamin B3

Ikan nila mengandung sekitar 24% dari saran konsumsi harian vitamin B3. Vitamin B3, atau niacin, memiliki peran penting dalam metabolisme energi dalam tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

Fosfor

Ikan nila mengandung sekitar 20% dari saran konsumsi harian fosfor. Fosfor merupakan mineral yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi, serta berperan dalam metabolisme energi.

Kalium

Ikan nila mengandung sekitar 20% dari saran konsumsi harian kalium. Kalium diperlukan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, mengatur tekanan darah, dan berfungsi sebagai elektrolit.

Selenium

Ikan nila mengandung sekitar 78% dari saran konsumsi harian selenium. Selenium merupakan mineral penting yang memiliki efek antioksidan dan berperan dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Begitu banyak kandungan gizi dalam ikan nila, maka jangan ragu untuk mengonsumsi ikan nila, sebagai menu andalan harian. Selain rasanya yang enak, ikan nila juga berpotensi dalam bidang bisnis.

Tips Cara Mengolah dan Memilih Ikan Nila

Menurut Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa cara untuk memilih ikan nila yang masih segar dan baik, berikut caranya :

Kulit ikan nila terlihat jernih dan berwarna terang, serta masih kuat membungkus tubuh ikannya.

Ketika memilih ikan nila, pastikan kulitnya terlihat jernih dan berwarna terang. Kulit yang terlihat keruh atau gelap dapat menjadi indikasi bahwa ikan tidak segar. Selain itu, pastikan juga kulit ikan nila masih kuat membungkus tubuh ikannya. Jika kulitnya sudah mengelupas atau sobek, sebaiknya hindari untuk membelinya.

Tubuh ikan tidak mudah sobek khususnya pada bagian perut ikan, dan warna asli pada ikan nila masih terlihat jelas.

Periksa kekuatan tubuh ikan nila dengan menekan perlahan pada bagian perutnya. Jika tubuh ikan terasa kenyal dan tidak mudah sobek, merupakan tanda bahwa ikan masih segar. Selain itu, pastikan juga warna asli pada ikan nila masih terlihat jelas. Jangan membeli ikan yang memiliki warna yang memudar atau tidak alami.

See also  10 Manfaat Ulat Sagu dan Fakta Uniknya yang Perlu Kamu Ketahui!

Sisik ikan yang masih menempel dengan kuat, dan sulit dilepas.

Perhatikan sisik ikan nila untuk mengetahui ke segaran ikan tersebut. Sisik yang masih menempel dengan kuat dan sulit dilepas menandakan bahwa ikan masih segar. Hindari membeli ikan yang memiliki sisik yang mudah lepas atau terlihat rusak.

Mata ikan yang terlihat terang, jernih, cembung, dan terlihat menonjol.

Periksa juga kondisi mata ikan nila sebelum membelinya. Mata yang terlihat terang, jernih, cembung, dan menonjol menandakan bahwa ikan masih segar. Hindari membeli ikan yang memiliki mata yang suram atau cekung.

Insangnya terlihat berwarna merah darah atau segar dan terang, serta lamelia pada insang terpisah.

Periksa insang ikan nila untuk mengetahui ke segaran ikan tersebut. Insang yang berwarna merah darah atau segar dan terang menandakan bahwa ikan masih segar. Selain itu, pastikan juga lamelia pada insang terpisah dengan jelas. Jangan membeli ikan yang memiliki insang yang berwarna kecoklatan atau tampak kotor.

Insang ikan biasanya masih tertutup lendir berwarna jernih, dan baunya pun masih segar.

Cara lain untuk memeriksa ke segaran ikan nila adalah dengan mencium baunya. Insang ikan yang masih tertutup lendir berwarna jernih dan memiliki bau yang segar menandakan bahwa ikan masih segar. Jangan membeli ikan yang memiliki insang yang berbau busuk atau tidak sedap.

Tekstur daging ikan yang masih segar biasanya lebih kenyal, hal ini menandakan proses rigormortis masih ada.

Saat membeli ikan nila, perhatikan juga tekstur dagingnya. Daging ikan yang masih segar biasanya memiliki tekstur yang kenyal dan masih mempertahankan kekenyalannya.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

See also  20 Macam Olahraga di Rumah, Murah dan Aman

Tahukah Anda?