Jenis Ular Beserta Pertolongan Pertama Ketika Tergigit



Jenis Ular di Indonesia

1. Ular Anang/King Cobra (Ophiophagus hannah)

Ular king cobra atau ular anang (Ophiophagus hannah) merupakan salah satu jenis ular yang paling terkenal dan berbahaya di dunia. Ular ini memiliki reputasi sebagai ular berbisa terbesar di dunia dan memiliki racun yang sangat mematikan. Ular king cobra dapat mencapai panjang hingga 7 meter, menjadikannya salah satu ular terpanjang di dunia.

Ular king cobra memiliki penampilan yang mencolok dengan warna kulit coklat kehitaman dan gradasi warna di bagian kepalanya yang berbentuk seperti sendok. Ular ini memiliki kemampuan untuk membunuh manusia hanya dalam hitungan menit. Racun yang dimiliki oleh ular king cobra terdiri dari beberapa jenis racun, seperti hemotoxin, neurotoxin, dan cardiotoxin. Hemotoxin dapat menyebabkan luka terasa terbakar, neurotoxin menyerang sistem saraf dan menyebabkan rasa kantuk, sedangkan cardiotoxin dapat menghentikan kerja jantung.

2. Ular Kobra Meludah Sumatera (Naja sumatrana)

Ular kobra meludah Sumatera (Naja sumatrana) adalah salah satu jenis ular berbisa yang ditemukan di Sumatera. Ular ini memiliki kebiasaan untuk menyelinap ke rumah-rumah warga di malam hari sambil mencari makanan, seperti tikus. Ular kobra meludah Sumatera memiliki ciri khas pada bagian kepala berbentuk seperti sendok, mirip dengan kobra lainnya.

3. Ular Sendok Jawa (Naja sputatrix)

Ular sendok Jawa (Naja sputatrix) merupakan salah satu jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Ular ini memiliki panjang tubuh berkisar antara 2-3 meter dan memiliki struktur kepala yang berbentuk seperti sendok. Ular sendok Jawa memiliki racun neurotoksin dan hemotoksin yang kuat, sehingga sangat berbahaya bagi manusia.

4. Ular Kepala Merah (Bungarus flaviceps)

Ular kepala merah (Bungarus flaviceps) adalah salah satu jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di Indonesia. Ular ini memiliki panjang tubuh yang bervariasi, tetapi umumnya tidak lebih dari 2 meter. Ular kepala merah memiliki warna tubuh yang mencolok dengan tubuh berwarna hitam, coklat tua, atau kastanye. Ciri khas dari ular kepala merah adalah warna kepala yang lebih pucat dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

5. Ular Weling (Bungarus candidus)

Ular weling (Bungarus candidus) adalah salah satu jenis ular berbisa yang paling mematikan di Indonesia. Ular ini dapat ditemui dengan mudah di daerah dataran rendah. Ular weling memiliki warna kulit yang mencolok dengan pola seperti zebra cross. Ular weling memiliki racun saraf yang sangat kuat, sehingga perlu diwaspadai dengan baik.

See also  Kata Bahasa Jawa Yang Sering Dipakai Sehari-hari

6. Ular Welang (Bungarus fasciatus)

Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah jenis ular berbisa yang tergolong dalam genus yang sama dengan ular weling. Ular welang memiliki penampilan yang hampir mirip dengan ular weling, tetapi dengan warna kulit yang sedikit berbeda. Ular welang memiliki penampilan yang mencolok dengan warna kulit yang mencolok seperti zebra cross. Ular welang tergolong beracun dan berbahaya bagi manusia.

7. Ular Putih (Micropechis ikaheka)

Ular putih (Micropechis ikaheka) adalah jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di Indonesia. Meskipun memiliki nama “putih”, ular ini pada umumnya memiliki warna kulit yang coklat kehitaman. Ular putih memiliki kegiatan kebiasaan unik, yaitu mengubur dirinya ke dalam tanah untuk bersembunyi. Ular ini tergolong agresif, beracun, dan aktif pada malam hari.

8. Ular Coklat Timur (Pseudonaja textilis)

Ular coklat timur (Pseudonaja textilis) adalah jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di Indonesia. Ular ini memiliki panjang tubuh yang bervariasi, tetapi biasanya tidak lebih dari 1,5 meter. Ular coklat timur memiliki warna tubuh yang bervariasi, mulai dari hitam, coklat tua, hingga oranye. Ular ini memiliki sifat berbisa dan berbahaya bagi manusia.

9. Ular Sunda Pit Viper (Trimeresurus insularis)

Ular sunda pit viper (Trimeresurus insularis) adalah jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di Indonesia. Ular ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada jenis ular lainnya, tetapi masih berbahaya bagi manusia. Ular sunda pit viper memiliki warna kulit yang mencolok dengan warna biru kehijauan, sehingga lebih mudah terlihat.

10. Ular Picung (Rhabdophis subminiatus)

Ular picung (Rhabdophis subminiatus) adalah jenis ular yang dapat ditemui di Indonesia. Ular ini memiliki panjang tubuh sekitar 1-1,2 meter, tetapi memiliki ukuran tubuh yang cukup kecil. Ular picung memiliki warna kulit yang menarik dengan gradasi merah-oranye-kuning di leher. Ular ini awalnya dianggap sebagai ular berbisa dengan tingkat racun yang rendah, tetapi ternyata memiliki kemampuan untuk membunuh manusia.

11. Ular Air Pelangi (Enhydris enhydris)

Ular air pelangi (Enhydris enhydris) adalah jenis ular air yang dapat ditemukan di Indonesia. Ular ini hidup di habitat air tawar, seperti kolam pedesaan, rawa, dan sawah. Ular air pelangi merupakan ular berbisa dan memiliki taring bisanya berada di rahang atas. Ular ini memiliki warna tubuh yang mencolok dengan ciri khas kepala dan leher berwarna zaitun.

See also  18 Rekomendasi Drama Korea Kerajaan Terpopuler Versi IMDb!

12. Ular Kepala Dua (Cylindrophis ruffus)

Ular kepala dua (Cylindrophis ruffus) adalah jenis ular yang dapat ditemui di Indonesia. Ular ini hidup di dataran rendah, seperti rawa, hutan, dan daerah pertanian. Ular kepala dua memakan ular dan belut lainnya serta merupakan perenang yang baik. Ular ini memiliki penampilan yang gelap tetapi berwarna-warni.

13. Ular Sanca Kembang (Reticulated python)

Ular sanca kembang atau reticulated python adalah salah satu jenis ular yang paling sering ditemui di Indonesia. Ular ini memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, dengan panjang mencapai 10 meter atau bahkan lebih. Ular sanca kembang termasuk dalam kategori ular yang tidak berbisa, tetapi masih dapat mematikan bagi manusia.

14. Ular Pit Viper Indonesia (Parias hageni)

Ular pit viper Indonesia (Parias hageni) adalah jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di Indonesia. Ular ini ditemukan terutama di Sumatera dan memiliki sifat yang pemalu dan tidak agresif. Ular pit viper Indonesia aktif pada malam hari dan hidup di sekitar hutan atau pepohonan. Ular ini adalah perenang yang baik dan memakan burung, tikus, dan mamalia kecil lainnya.

15. Ular Gadung (Ahaetulla prasina)

Ular gadung atau Oriental Whip Snake adalah jenis ular yang dapat ditemukan di Indonesia. Ular ini hidup di tepi hutan, taman, daerah pertanian, dan tempat perumahan. Ular gadung memiliki tubuh yang sangat ramping dan panjang, dengan warna kulit yang mencolok. Ular gadung tidak berbisa, tetapi tetap perlu diwaspadai karena dapat menggigit jika merasa terancam.

Pertolongan Pertama jika Tergigit Ular Berbisa

– Jika seseorang tergigit oleh ular berbisa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghubungi tenaga medis atau rumah sakit terdekat. Ketepatan waktu dan penanganan medis yang cepat dapat menyelamatkan nyawa korban.

– Sambil menunggu bantuan medis, korban sebaiknya beristirahat dan tetap tenang. Gerakan yang berlebihan dapat mempercepat penyebaran racun dalam tubuh.

– Jangan mencoba menangani gigitan ular dengan cara menghisap racun atau memotong kulit di sekitar gigitan. Tindakan ini tidak efektif dan dapat menyebabkan infeksi.

– Lepaskan semua aksesoris, seperti cincin atau gelang, dari area yang tergigit. Pembengkakan dapat terjadi, dan aksesori yang ketat dapat memperburuk kondisi.

See also  Profil Felix Lee, Sang Rapper Imut Dari Grup Stray Kids

– Jangan mengompres gigitan ular dengan air dingin atau panas. Ini juga tidak efektif dan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitar gigitan.

– Bersihkan luka dengan air bersih dan sabun. Tutup luka dengan kain bersih dan bersihkan sekitar luka dengan antiseptik.

– Jangan mencoba menghisap racun dari luka atau memasukkan benda kecil ke dalam luka. Tindakan ini hanya akan memperburuk luka dan dapat menyebabkan infeksi.

– Jangan mencoba mengikat atau membatasi aliran darah di sekitar luka. Ini juga tidak efektif dan hanya akan memperburuk kondisi.

Gejala dari Gigitan Ular Berbisa

– Setelah tergigit ular berbisa, gejala biasanya mulai muncul dalam jangka waktu 30 menit hingga 24 jam. Gejala awal yang biasanya muncul adalah rasa nyeri di sekitar gigitan dan bercak kebiruan di area tersebut.

– Pembengkakan juga mungkin terjadi di sekitar gigitan, dan korban dapat mengalami nyeri yang parah di area tersebut.

– Gejala lain yang dapat muncul termasuk mual, muntah, pusing, pingsan, kesulitan bernapas, tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, dan kelumpuhan di sekitar gigitan.

– Jika tidak segera ditangani, gigitan ular berbisa dapat mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh, perdarahan internal, syok, dan bahkan kematian.

Pertolongan Pertama jika Tergigit Ular Tidak Berbisa

– Jika seseorang tergigit oleh ular yang tidak berbisa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka dengan air bersih dan sabun.

– Lepaskan aksesoris atau pakaian yang ketat di sekitar luka untuk mencegah pembengkakan yang lebih parah.

– Segera mencari bantuan medis untuk mengecek kondisi korban dan memberikan pengobatan yang tepat jika diperlukan.

Hal yang Harus Dihindari saat Tergigit Ular Berbisa

– Hindari menghisap racun atau memotong kulit di sekitar gigitan. Tindakan ini tidak efektif dan dapat menyebabkan infeksi.

– Jangan mengompres luka dengan air dingin atau air panas. Ini juga tidak efektif dan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitar gigitan.

– Tidak perlu mengikat atau membatasi aliran darah di sekitar luka. Ini tidak akan membantu dan hanya akan memperburuk kondisi.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply