Kenali Golongan Darah Langka hingga Paling Umum di Seluruh Dunia!
Golongan Darah Langka di Dunia
Golongan darah merupakan salah satu karakteristik biologis yang ada pada manusia. Pada umumnya, orang mengenal empat jenis golongan darah yang umum, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O. Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya ada 33 sistem golongan darah yang ada di dunia? Akan tetapi, hanya ada dua sistem yang digunakan secara luas, yaitu sistem ABO dan sistem Rhesus (Rh) positif dan negatif.
Kedua sistem ini membentuk beberapa golongan darah yang dasar. Namun, penyebarannya tidak rata di seluruh populasi manusia. Akibatnya, ada beberapa jenis golongan darah yang masuk dalam kategori golongan darah langka. Apa saja golongan darah langka tersebut? Dan apa golongan darah yang umum di dunia? Jika penasaran, simak penjelasannya berikut ini.
Dua Jenis Golongan Darah Langka di Dunia
Secara umum, terdapat dua jenis golongan darah langka yang ada di dunia. Pertama adalah golongan darah emas, dan kedua adalah golongan darah dengan Rhesus (Rh) negatif.
1. Golongan Darah Emas
Golongan darah emas, juga dikenal sebagai golongan darah Rh null, adalah golongan darah yang sangat langka. Pada golongan darah ini, tidak terdapat antigen Rh (protein) di dalam sel darah merah. Sistem golongan darah ABO memiliki perbedaan lebih lanjut sebagai Rh positif maupun Rh negatif, yang berkaitan dengan adanya faktor Rh-D pada sel darah.
Pada golongan darah emas, individu tidak memiliki seluruh antigen Rh, sementara seseorang yang memiliki golongan darah Rh negatif hanya kekurangan antigen RhD saja. Ditemukan bahwa kurang dari 50 orang di dunia yang memiliki golongan darah emas ini dalam kurun waktu 50 tahun.
Salah satu kekhawatiran mengenai golongan darah emas adalah sumbangan darah dari orang dengan golongan darah ini sangat langka dan sulit didapatkan. Seseorang yang memiliki golongan darah emas sangat bergantung pada sumbangan darah dari donor golongan darah Rh null yang ada di seluruh dunia jika mereka membutuhkan transfusi darah.
Tidak banyak yang diketahui mengenai penyebab pasti seseorang memiliki golongan darah emas ini. Namun, tampaknya golongan darah emas ini adalah hasil dari mutasi genetik atau perubahan spontan yang terjadi pada gen. Mutasi yang terjadi pada gen RHAG yang mengkode glikoprotein berkaitan dengan antigen Rh diyakini menjadi penyebab golongan darah emas ini.
Orang-orang dengan golongan darah emas dapat mengalami anemia hemolitik jangka panjang, ringan, dan bahkan peningkatan kerusakan sel darah merah. Penyakit ini berkaitan dengan mutasi genetik yang mempengaruhi produksi dan fungsi antigen Rh pada membran sel darah merah.
Meskipun termasuk golongan darah yang sangat langka, golongan darah emas ini masih dapat didonasikan. Golongan darah emas tidak memiliki antigen dalam sel darah merah, sehingga golongan darah ini dianggap sebagai golongan darah nol dan menjadi donor universal yang dapat didonasikan pada siapa saja dengan golongan darah langka pada sistem Rh.
Namun, pemilik golongan darah emas biasanya tidak dapat menerima transfusi darah dari golongan darah yang berbeda, karena golongan darah lainnya memiliki antigen pada sel darah merah. Jika golongan darah emas menerima transfusi darah dari golongan darah yang berbeda, reaksi transfusi tertentu dapat terjadi.
2. Golongan Darah dengan Rhesus (Rh) Negatif
Selain golongan darah emas, golongan darah langka lainnya adalah golongan darah dengan Rhesus (Rh) negatif. Di Amerika, hanya sekitar 7 persen orang yang memiliki golongan darah Rh negatif. Golongan darah Rh negatif berarti bahwa sel darah merah tidak memiliki faktor Rh atau hanya memiliki faktor Rh dalam jumlah yang sangat sedikit.
Faktor Rhesus atau Rh adalah antigen atau protein yang ditemukan pada permukaan sel darah merah. Jika sel darah merah memiliki faktor Rh, maka golongan darahnya adalah Rh positif. Sedangkan jika sel darah merah tidak memiliki faktor Rh atau hanya memiliki sedikit faktor Rh, maka golongan darahnya adalah Rh negatif.
Golongan darah Rh negatif ini cukup langka, karena yang umum ditemukan adalah golongan darah Rh positif. Namun, golongan darah Rh negatif umumnya tidak mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan, kecuali pada ibu hamil.
Ketika seorang ibu hamil memiliki golongan darah Rh negatif dan bayinya memiliki golongan darah Rh positif, terjadi ketidakcocokan Rh antara ibu dan janin. Kondisi ini dapat membahayakan kehamilan, terutama pada kehamilan anak kedua. Oleh karena itu, ibu hamil dengan golongan darah Rh negatif membutuhkan perawatan khusus.
Pada kehamilan pertama, tidak terjadi masalah ketidakcocokan Rh, karena ibu belum memiliki antibodi terhadap faktor Rh golongan darah bayi. Namun, pada kehamilan kedua dan kehamilan selanjutnya, ibu dapat menghasilkan antibodi Rh setelah darah ibu dan bayi bercampur, misalnya saat persalinan atau jika ibu mengalami trauma pada perut selama kehamilan anak pertama.
Ketika antibodi Rh terbentuk, masalah dapat terjadi pada kehamilan kedua dan kehamilan selanjutnya. Antibodi tersebut dapat menembus plasenta dan merusak sel darah merah bayi, yang dapat mengakibatkan anemia hemolitik pada bayi. Oleh karena itu, perawatan khusus diperlukan bagi ibu hamil dengan golongan darah Rh negatif.
Dalam hal transfusi darah, golongan darah Rh negatif dapat menerima darah dari golongan darah dengan Rh negatif dan Rh positif. Namun, golongan darah Rh negatif hanya dapat memberikan darah kepada golongan darah Rh negatif saja. Golongan darah Rh negatif juga disebut sebagai donor darah universal, karena tidak memiliki antigen dan faktor Rh.
Golongan Darah Paling Umum di Dunia
Setelah mengetahui tentang golongan darah langka, kita juga perlu mengetahui yang mana golongan darah yang paling umum di dunia. Golongan darah yang paling umum adalah golongan darah dengan Rh positif.
1. Golongan Darah O Rh Positif
Menurut American Red Cross, golongan darah O Rh positif merupakan golongan darah yang paling umum di dunia, dengan persentase sekitar 38,67 persen dari populasi seluruh dunia. Pemilik golongan darah ini dapat melakukan transfusi darah ke seluruh golongan darah Rh positif lainnya, seperti golongan darah A Rh positif, B Rh positif, dan AB Rh positif.
Namun, golongan darah O Rh positif hanya dapat menerima transfusi darah dari golongan darah O Rh positif dan golongan darah Rh negatif.
2. Golongan Darah A Rh Positif
Golongan darah paling umum kedua di dunia adalah golongan darah A Rh positif. Persentase dari golongan darah ini mencapai sekitar 27,42 persen dari populasi seluruh manusia di dunia. Pemilik golongan darah A Rh positif dapat memberikan transfusi darah pada golongan darah A Rh positif dan AB Rh positif.
3. Golongan Darah B Rh Positif
Golongan darah B Rh positif memiliki persentase sekitar 22 persen dari populasi manusia di seluruh dunia. Pemilik golongan darah B Rh positif hanya dapat memberikan transfusi darah pada golongan darah B Rh positif dan AB Rh positif. Namun, golongan darah B Rh positif dapat menerima transfusi darah dari golongan darah B Rh positif, B Rh negatif, O Rh positif, dan O Rh negatif.
4. Golongan Darah AB Rh Positif
Golongan darah AB Rh positif cukup langka dibandingkan dengan golongan darah B Rh positif, tetapi lebih umum dibandingkan dengan golongan darah Rh negatif. Persentase dari golongan darah ini mencapai sekitar 5,88 persen dari populasi di dunia. Pemilik golongan darah AB Rh positif dapat memberikan transfusi darah pada golongan darah AB Rh positif, tetapi hanya dapat menerima transfusi darah dari golongan darah AB Rh positif.
Mengapa Mengetahui Rhesus Darah Penting?
Mengapa mengetahui golongan darah dan faktor Rhesus darah sangat penting? Ada beberapa alasan mengapa pengetahuan tentang golongan darah dan faktor Rhesus darah penting, antara lain:
1. Transfusi Darah yang Tepat
Mengetahui golongan darah dan faktor Rhesus darah seseorang sangat penting dalam melakukan transfusi darah yang tepat. Golongan darah yang tidak cocok dapat menyebabkan reaksi transfusi yang berbahaya bagi penerima darah. Oleh karena itu, pengetahuan tentang golongan darah dan faktor Rhesus darah sangat penting untuk memastikan keamanan dan keberhasilan transfusi darah.
2. Kehamilan yang Aman
Pengetahuan tentang golongan darah dan faktor Rhesus darah juga penting dalam kehamilan, terutama pada ibu hamil. Jika ibu hamil memiliki golongan darah Rh negatif dan bayinya memiliki golongan darah Rh positif, terjadi ketidakcocokan Rh antara ibu dan janin. Ketidakcocokan Rh ini dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti anemia hemolitik pada bayi.
Dalam kasus ketidakcocokan Rh, ibu hamil dengan golongan darah Rh negatif biasanya akan diberikan suntikan Rh immunoglobulin (Rhlg) untuk mencegah respon antibodi Rh yang dapat merusak sel darah merah bayi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang faktor Rhesus darah sangat penting untuk mencegah komplikasi kehamilan.
3. Donor Darah yang Tepat
Pengetahuan tentang golongan darah dan faktor Rhesus darah juga penting dalam menyediakan stok darah yang mencukupi. Setiap golongan darah memiliki permintaan dan kebutuhan transfusi darah yang berbeda. Dengan mengetahui golongan darah dan faktor Rhesus darah seseorang, dapat memastikan bahwa pasien mendapatkan darah yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kesimpulan
Golongan darah adalah salah satu karakteristik biologis manusia. Ada berbagai jenis golongan darah yang langka dan umum di dunia. Golongan darah langka di antaranya adalah golongan darah emas, yang tidak memiliki antigen Rh, dan golongan darah dengan Rhesus negatif, yang tidak memiliki faktor Rh.
Sementara itu, golongan darah paling umum di dunia adalah golongan darah dengan Rhesus positif. Golongan darah ini meliputi golongan darah O Rh positif, golongan darah A Rh positif, golongan darah B Rh positif, dan golongan darah AB Rh positif.
Mengetahui golongan darah dan faktor Rhesus darah sangat penting dalam melakukan transfusi darah yang tepat, menjaga kesehatan selama kehamilan, dan menyediakan stok darah yang mencukupi. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengetahui golongan darah dan faktor Rhesus darah mereka.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.