Apa Itu Lesson Plan dan Contoh Lesson Plan


Pengertian Lesson Plan

Lesson plan, atau disebut juga sebagai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), adalah suatu proses perencanaan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar. RPP ini berisi tentang deskripsi para siswa mulai dari usia, kelas atau level kemampuan, topik pembelajaran, tujuan pembelajaran, deskripsi kegiatan pembelajaran, materi pengajaran atau pembelajaran, waktu pembelajaran, dan lain sebagainya. Lesson plan dapat memberikan kemudahan bagi para pendidik atau guru dalam mengambil keputusan dan berpikir secara rasional. Selain itu, lesson plan juga memberikan manfaat pada guru dalam mengarahkan potensi yang dimiliki oleh seorang murid.

Manfaat Lesson Plan

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan lesson plan atau RPP, antara lain:

1. Memperkirakan Keberhasilan: Dengan melakukan perencanaan yang matang dan akurat, guru dapat memprediksi seberapa besar keberhasilan yang dapat dicapai dalam proses pembelajaran. Guru dapat menyesuaikan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

2. Pemahaman Tujuan: Dengan perencanaan pembelajaran yang matang, seorang tenaga pendidik dapat memahami tujuan apa yang harus dicapai dan strategi apa yang pantas dilakukan sesuai dengan tujuan tersebut. Hal ini akan membantu guru dalam memberikan arahan yang jelas kepada murid dan memastikan bahwa tujuan pembelajaran tercapai.

3. Solusi Masalah: Perencanaan yang matang memungkinkan guru untuk mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul selama proses pembelajaran. Guru dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan situasi dan masalah yang dapat terjadi, sehingga dapat mencari solusi yang tepat dan efektif.

4. Pemilihan Sumber Belajar: Dalam era digital saat ini, terdapat banyak sumber belajar yang tersedia secara online. Dengan perencanaan yang matang, guru dapat memilih dan memanfaatkan sumber belajar yang tepat untuk mempelajari suatu bahan pelajaran tertentu. Hal ini akan membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan efektif.

5. Pembelajaran Terarah: Perencanaan yang matang membuat pembelajaran berjalan secara sistematis, terarah, dan terorganisir. Hal ini memungkinkan guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Komponen Lesson Plan atau RPP

Lesson plan atau RPP memiliki beberapa komponen yang harus disertakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Berikut adalah komponen-komponen tersebut:

1. Identitas Mata Pelajaran: Komponen ini mencakup informasi tentang satuan pendidikan, kelas, semester, program atau program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, dan jumlah pertemuan.

2. Standar Kompetensi: Komponen ini mencakup kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3. Kompetensi Dasar: Komponen ini mencakup sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

4. Indikator Pencapaian Kompetensi: Komponen ini mencakup perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang bisa diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

See also  100+ Kata-Kata Bucin Bikin Baper, Wajib Coba untuk Pasangan Kamu!

5. Tujuan Pembelajaran: Komponen ini menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi Ajar: Komponen ini mencakup fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

7. Alokasi Waktu: Komponen ini menentukan waktu yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar dan beban belajar.

8. Metode Pembelajaran: Komponen ini digunakan oleh tenaga pengajar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang sudah ditetapkan. Metode pembelajaran yang dipilih harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.

9. Kegiatan Pembelajaran: Komponen ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran, seperti pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran harus dirancang agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

10. Penilaian Hasil Belajar: Komponen ini mencakup hasil yang diberikan oleh guru atau tenaga pendidik terhadap tugas-tugas yang telah dikerjakan oleh para murid. Penilaian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.

11. Sumber Belajar: Komponen ini didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Penentuan sumber belajar dimaksudkan untuk memastikan bahwa peserta didik menggunakan sumber yang relevan dan sesuai dengan pembelajaran yang sedang dilakukan.

Prinsip Penyusunan Lesson Plan atau RPP

Dalam penyusunan lesson plan atau RPP, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip ini ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Berikut adalah prinsip-prinsip tersebut:

1. Memerhatikan Perbedaan Individual Peserta Didik: Setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, atau lingkungan. Oleh karena itu, guru perlu memahami perbedaan tersebut dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik individu peserta didik.

2. Prinsip Keterlibatan Peserta Didik: Keterlibatan peserta didik dalam setiap aktivitas pembelajaran merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran. Keterlibatan tidak hanya mengenai kehadiran fisik, tetapi juga keterlibatan mental dan emosional dalam memberikan inisiatif terhadap kegiatan pembelajaran. Dengan adanya keterlibatan ini, peserta didik akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil pembelajaran.

3. Pembelajaran yang Berpusat kepada Peserta Didik: Proses pembelajaran yang baik adalah yang mengupayakan peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Semakin tinggi keterlibatan peserta didik, maka pengetahuan yang terbentuk akan semakin mudah dipahami dan diingat dalam jangka panjang. Guru perlu mengembangkan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar dengan cara melakukan aktivitas langsung, seperti learning by doing.

See also  Customer Satisfaction: Pengertian, Faktor, Manfaat & Cara Meningkatkan

4. Pengembangan Budaya Literasi: Literasi dasar membaca dan menulis harus diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Kegiatan literasi ini penting untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman bacaan, dan kemampuan berekspresi dalam bentuk tulisan. Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mengembangkan budaya literasi dalam iklim pendidikan di Indonesia.

5. Pemberian Umpan Balik dan Tindak Lanjut: RPP atau lesson plan harus memiliki program pemberian umpan balik dan tindak lanjut. Umpan balik dapat berupa penguatan, pengayaan, atau remediasi terhadap hasil belajar peserta didik. Umpan balik yang diberikan tidak hanya terkait dengan penguasaan materi, tetapi juga terkait dengan cara belajar agar peserta didik dapat menerapkan strategi belajar yang efektif.

6. Penekanan pada Keterkaitan dan Keterpaduan: RPP atau lesson plan yang baik harus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Keterpaduan juga penting dalam pembelajaran, yaitu dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dipelajari merupakan pengetahuan yang utuh dan tidak terpisah. Misalnya, jika guru mengajarkan keterampilan membaca puisi, maka guru juga harus menyertakan penilaian dengan metode yang relevan, seperti penilaian lisan atau pertunjukan.

7. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Penggunaan TIK dalam pembelajaran sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru perlu mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penggunaan TIK tidak hanya sekadar untuk menunjukkan kemampuan guru, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik.

Format RPP atau Lesson Plan

RPP atau lesson plan memiliki format yang sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Format ini berguna agar RPP atau lesson plan dapat disusun secara terstruktur dan mudah dipahami oleh guru dan pihak terkait lainnya. Berikut adalah contoh format RPP atau lesson plan:

Format RPP atau lesson plan umumnya mencakup beberapa bagian, seperti:
1. Identitas Mata Pelajaran: Informasi mengenai satuan pendidikan, kelas, semester, program atau program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, dan jumlah pertemuan.
2. Standar Kompetensi: Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi Dasar: Kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
4. Indikator Pencapaian Kompetensi: Perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar.
5. Tujuan Pembelajaran: Proses dan hasil belajar yang diharapkan dan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6. Materi Ajar: Fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Alokasi Waktu: Waktu yang diperlukan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8. Metode Pembelajaran: Metode yang digunakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau indikator yang ditetapkan.
9. Kegiatan Pembelajaran: Kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup yang dilakukan dalam proses pembelajaran.
10. Penilaian Hasil Belajar: Penilaian yang dilakukan terhadap tugas-tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
11. Sumber Belajar: Sumber yang digunakan untuk mempelajari suatu bahan pelajaran tertentu.

See also  Sifat Minder: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasi Minder

Contoh Lesson Plan

Berikut adalah contoh lesson plan untuk pembelajaran bahasa Inggris dengan topik “Modals for Advice” (Modals untuk mengungkapkan saran):

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris

Peserta: Murid dengan level kemampuan bahasa Inggris tingkat menengah B1 atau di atasnya
Waktu: 90 menit
Topik: Modals for Advice (Modals untuk mengungkapkan saran)

Tujuan Pembelajaran:
1. Murid mampu memahami penggunaan modals for advice.
2. Murid mampu membuat kalimat menggunakan modals of advice.
3. Murid mampu menggunakan modals of advice pada beberapa konteks dengan benar dan tepat.
4. Murid mampu melafalkan modals for advice dengan fasih dan benar.

Materi Pembelajaran:
– Buku Pelajaran: “Understanding and Using English Grammar” oleh Betty Azar
– Selebaran dan lembar kerja modals of advice

Prosedur Kegiatan Mengajar dan Belajar:
1. Guru menyapa murid dan mengecek kehadiran mereka.
2. Guru memberikan sebuah topik yang akan dipelajari bersama-sama.
3. Guru memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan topik pembahasan.
4. Guru memberi kesempatan kepada murid untuk menyampaikan pendapat mereka.
5. Guru menjelaskan apa itu modals for advice dan cara menggunakannya secara benar.
6. Guru meminta murid untuk membuat kalimat dengan menggunakan modals of advice.
7. Guru memilih beberapa murid secara acak untuk membacakan kalimat mereka dengan lantang atau menuliskan kalimat mereka di papan tulis dan mendiskusikannya dengan kelas apakah kalimat tersebut benar.
8. Guru memberikan latihan 2 halaman 215 pada buku pelajaran kepada murid.
9. Guru mendiskusikan jawaban dari latihan tersebut bersama murid.
10. Guru meminta murid untuk membentuk kelompok terdiri dari tiga atau empat orang.
11. Guru meminta murid untuk bekerja di dalam kelompok mereka untuk membuat dialog menggunakan topik yang sudah dipelajari.
12. Setiap kelompok melakukan permainan peran menggunakan dialog yang telah dibuat dan menampilkan dialog tersebut di depan kelas.
13. Guru mengevaluasi performa murid pada aktivitas hari ini.
14. Guru memberikan lembar kerja kepada murid dan menjelaskan bahwa mereka harus mengerjakan latihan yang tertulis dalam lembar kerja di rumah.
15. Guru bertanya kepada murid apakah mereka menemukan kesulitan pada pelajaran hari ini.
16. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
17. Guru mengakhiri kelas.

Penutup:
Dalam pembelajaran, lesson plan atau RPP sangat penting agar guru dapat mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik. Lesson plan memberikan gambaran kepada guru mengenai komponen-komponen yang harus ada dalam pembelajaran. Selain itu, lesson plan juga memberikan manfaat bagi para murid, seperti memudahkan mereka dalam memahami dan mengungkapkan pendapat mengenai materi pembelajaran. Jadi, guru perlu mengikuti prinsip-prinsip dalam menyusun lesson plan atau RPP agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?