Ciri Skin Barrier Rusak dan Cara Mengatasinya
Ciri Skin Barrier Rusak
Kulit mempunyai lapisan khusus yang disebut skin barrier. Skin barrier ini berfungsi sebagai perlindungan untuk melindungi lapisan kulit di bawahnya. Selain itu, skin barrier juga berperan dalam menjaga kelembapan kulit. Namun, tidak jarang lapisan ini mengalami kerusakan, yang dapat mengganggu fungsinya.
Salah satu ciri skin barrier rusak yang banyak terjadi adalah kulit kering. Meskipun terdengar sebagai permasalahan umum, kulit kering sebenarnya bisa menjadi pertanda bahwa skin barrier mengalami kerusakan. Kulit yang kering cenderung terasa kencang dan tertarik, serta rentan mengalami iritasi dan gatal. Kulit yang rusak juga bisa mengelupas dan terasa kasar. Selain itu, warna kulit juga bisa menggelap atau menjadi kemerahan. Penyembuhan luka pada kulit yang rusak juga akan menjadi lebih lambat.
Ciri-ciri ini sebenarnya penting untuk diwaspadai, karena skin barrier yang rusak dapat membuat kulit lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi. Dalam kasus yang lebih parah, kerusakan skin barrier bisa menyebabkan timbulnya jerawat dan meningkatkan risiko infeksi virus dan bakteri pada kulit. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami ciri-ciri skin barrier rusak agar dapat mengambil tindakan yang tepat dalam merawat kulit kita.
Penyebab Skin Barrier Rusak
Skin barrier bisa rusak karena berbagai faktor. Ada beberapa penyebab umum yang dapat membuat skin barrier mengalami kerusakan dan ciri-ciri skin barrier rusak muncul. Berikut adalah beberapa penyebab umum skin barrier yang rusak:
1. Eksfoliasi Terlalu Sering
Eksfoliasi merupakan proses pengangkatan sel kulit mati dan kotoran pada permukaan kulit. Praktik ini memang penting dilakukan secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Namun, melakukan eksfoliasi terlalu sering atau dengan intensitas yang tinggi bisa merusak skin barrier.
Eksfoliasi berlebihan dapat mengangkat lapisan pelembap alami kulit, sehingga kulit menjadi kering dan rentan terkena iritasi. Beberapa hal yang dapat memicu eksfoliasi berlebihan adalah menggunakan scrub dengan tekstur terlalu kasar, menggunakan scrub dengan kandungan bahan eksfoliasi kimiawi (chemical exfoliant) dalam konsentrasi yang terlalu tinggi, serta mencuci muka terlalu sering atau menggunakan bahan pembersih yang keras.
2. Tidak Menggunakan Pelembap
Salah satu fungsi utama skin barrier adalah menjaga kelembapan kulit. Namun, jika kita tidak menggunakan pelembap secara teratur, minyak alami atau sebum yang diproduksi oleh kulit akan lebih mudah hilang ketika terpapar populasi, sinar matahari, atau saat melakukan eksfoliasi. Akibatnya, kulit akan kehilangan kelembapan dan skin barrier pun lebih rentan mengalami kerusakan.
Pelembap berperan penting dalam menjaga dan mengembalikan kelembapan kulit. Menggunakan pelembap secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan kelembapan pada skin barrier dan mencegah kulit menjadi kering dan rusak.
3. Terpapar Polusi
Tinggal di tempat yang memiliki tingkat polusi tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada skin barrier. Polusi dapat menyebabkan radikal bebas yang akan menyebabkan stres pada kulit. Stres pada kulit ini dapat memicu peradangan dan merusak struktur skin barrier.
Selain itu, polusi juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri pada kulit. Jika keseimbangannya terganggu, skin barrier menjadi rusak dan kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
4. Kurang Tidur
Kurang tidur ternyata juga dapat memperburuk kondisi skin barrier. Kurang tidur dapat meningkatkan penguapan air dalam kulit, sehingga menyebabkan kulit menjadi kering dan dehidrasi. Selain itu, kurang tidur juga mengganggu proses produksi kolagen dalam kulit, yang merupakan komponen penting dalam menjaga kekencangan dan kelembapan kulit. Jumlah jam tidur yang kurang juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang juga dapat menyebabkan kerusakan pada skin barrier.
Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur yang cukup dapat mempercepat pemulihan skin barrier dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. Oleh karena itu, tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting dalam menjaga kesehatan skin barrier dan kulit.
5. Paparan Sinar Ultraviolet
Paparan sinar ultraviolet (UV) juga dapat merusak skin barrier. Sinar UV dari matahari dapat mengganggu proses pengelupasan sel kulit mati secara alami, sehingga lapisan pelindung atau skin barrier pun terkelupas secara berlebihan. Pengelupasan ini dapat memicu peradangan dan merusak fungsi perlindungan skin barrier.
Selain itu, sinar UV juga dapat mengoksidasi lapisan minyak pada skin barrier, yang pada akhirnya menyebabkan fungsi perlindungan kulit berkurang. Paparan sinar UV dalam jangka waktu yang lama dan berulang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
Selain faktor-faktor di atas, ada juga beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada skin barrier, seperti merokok, tidak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, stres, serta pertambahan usia.
Cara Mengatasi Skin Barrier Rusak
Meskipun skin barrier yang rusak bisa menyebabkan masalah pada kulit, tetapi perlu diketahui bahwa kondisi ini sebenarnya bisa diperbaiki. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi skin barrier yang rusak:
1. Hentikan Eksfoliasi
Jika skin barrier mengalami kerusakan, sebaiknya kita menghindari atau membatasi eksfoliasi. Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati dan menjaga kulit tetap bersih. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau terlalu agresif, eksfoliasi dapat merusak lapisan pelembap alami kulit dan memperlambat proses perbaikan skin barrier.
Sebagai gantinya, kita bisa menjaga kebersihan kulit dengan mencuci muka secara lembut menggunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung bahan-bahan yang keras. Pilihlah produk pembersih yang memiliki pH seimbang dan tidak mengandung sulfat.
2. Gunakan Tabir Surya
Perlindungan terhadap sinar UV sangat penting dalam menjaga kesehatan skin barrier dan mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan tabir surya setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau kita berada dalam ruangan.
Pilihlah tabir surya yang memiliki SPF minimal 30 dan proteksi terhadap sinar UVA dan UVB. Tabir surya dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, mengurangi risiko terjadinya kanker kulit, serta mencegah penuaan dini. Gunakan sebanyak dua jari tabir surya untuk wajah dan leher, serta oleskan juga jumlah yang sama untuk setiap bagian tubuh yang akan terpapar sinar matahari.
3. Oleskan Produk Yang Menenangkan
Untuk merawat skin barrier yang rusak, kita juga dapat menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan yang menenangkan dan mengurangi peradangan. Beberapa bahan yang memiliki sifat antiradang dan dapat membantu memperbaiki skin barrier antara lain adalah niacinamide, daun pegagan atau Centella asiatica, chamomile, dan lidah buaya. Produk dengan kandungan bahan-bahan ini dapat membantu meredakan iritasi dan menjaga kelembapan kulit.
4. Gunakan Sabun Lembut
Memilih sabun cuci muka yang tepat juga penting dalam merawat skin barrier yang rusak. Hindari sabun yang mengandung bahan-bahan keras yang dapat merusak skin barrier, seperti sodium laureth sulfate dan sodium lauryl sulfate. Gunakan sabun dengan surfaktan lembut, seperti cocamidopropyl betaine, alkyl glucoside, atau laureth-2 sulfate. Sabun dengan formulasi lembut ini dapat membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapan alaminya.
5. Gunakan Produk Yang Memperkuat Skin Barrier
Merawat skin barrier yang rusak juga bisa dilakukan dengan menggunakan produk-produk yang mengandung bahan-bahan yang dapat memperkuat lapisan pelindung kulit. Beberapa bahan yang dapat membantu memperkuat skin barrier antara lain adalah ceramide, kolesterol, squalene, dan asam lemak seperti linoleic acid, oleic acid, dan lauric acid. Bahan niacinamide juga dapat membantu memperkuat skin barrier dengan meningkatkan kadar ceramide alami. Selain itu, ada juga bahan-bahan yang dapat membantu mengembalikan kadar air yang hilang, seperti asam hyaluronic, panthenol, glycerine, propylene glycol, dan butylene glycol.
Makanan yang Baik Untuk Membantu Mengatasi Skin Barrier Rusak
Selain merawat kulit secara luar dengan menggunakan produk perawatan yang tepat, memperbaiki skin barrier yang rusak juga dapat dilakukan dari dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan-makanan yang baik untuk kulit. Beberapa makanan yang dapat membantu memperbaiki skin barrier rusak antara lain adalah sebagai berikut:
1. Alpukat
Alpukat adalah buah yang baik untuk kesehatan kulit. Buah ini kaya akan lemak sehat yang dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Alpukat juga mengandung vitamin E dan C yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat peradangan dan radikal bebas.
2. Ikan Berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan haring mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan kulit. Asam omega-3 dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi peradangan, serta meningkatkan produksi kolagen dalam kulit.
3. Ubi Jalar
Ubi jalar mengandung beta karoten, suatu senyawa alami yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Beta karoten juga dapat menjaga kelembapan kulit, mencegah kulit kering, dan mengurangi risiko terbakar sinar matahari.
4. Brokoli
Brokoli mengandung vitamin A, vitamin C, dan zinc yang baik untuk kesehatan kulit. Selain itu, brokoli juga mengandung lutein dan sulforaphane yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.
5. Tomat
Tomat mengandung likopen, suatu senyawa yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Likopen juga dapat membantu mencegah kerutan dan menjaga kesehatan kulit.
6. Tahu
Tahu mengandung isoflavon, suatu senyawa yang dapat membantu memperbaiki skin barrier dan membuat kulit lebih sehat.
7. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam dan kale kaya akan antioksidan dan berbagai vitamin yang baik untuk kesehatan kulit. Konsumsi sayuran hijau secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko terjadinya kerusakan.
Selain mengonsumsi makanan yang baik untuk kulit, juga penting untuk menghindari atau membatasi konsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatan kulit. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari ketika mengatasi skin barrier rusak antara lain adalah makanan olahan dan makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Makanan olahan umumnya mengandung gula dan garam yang tinggi, serta tidak mengandung nutrisi yang baik untuk kulit. Konsumsi makanan olahan yang berlebihan dapat memicu risiko dehidrasi dan peradangan pada kulit. Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti keripik kentang, roti putih, donat, nasi putih, dan minuman manis juga dapat meningkatkan risiko terjadinya jerawat dan peradangan pada kulit.
Secara keseluruhan, merawat skin barrier yang rusak dan menjaga kesehatan kulit tidak hanya dilakukan dari luar dengan menggunakan produk perawatan kulit yang tepat, tetapi juga perlu didukung dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Mengonsumsi makanan yang baik untuk kulit dan menghindari makanan yang tidak baik dapat membantu memperbaiki kerusakan pada skin barrier dan menjaga kulit tetap sehat dan terlindungi.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.