Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku 2 Penulis
Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku 2 Penulis atau Lebih
Ketika menyusun sebuah karya ilmiah, tidak dapat dipungkiri bahwa daftar pustaka menjadi salah satu komponen yang wajib ada. Daftar pustaka memiliki fungsi dan tujuan penting dalam sebuah karya ilmiah, mulai dari memberikan apresiasi kepada karya orang lain yang dikutip ideanya, menghindari dugaan plagiasi, hingga membuat karya tulis ilmiah menjadi lebih kredibel dan dipercaya.
Namun, penulisan daftar pustaka juga seringkali membuat orang bingung, terutama jika sumber yang digunakan adalah buku dengan dua penulis atau lebih. Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari buku dengan dua penulis? Apakah semua nama penulis harus disertakan? Apakah nama penulis kedua harus dibalik?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut ini adalah penjelasan tentang cara menulis daftar pustaka dari buku dengan 2 penulis atau lebih.
Cara menulis daftar pustaka dari buku dengan dua penulis sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu membalik penulis pertama saja, sedangkan penulis kedua tetap ditulis seperti biasa tanpa perlu dibalik namanya. Terdapat dua versi dalam penulisan daftar pustaka dari buku dengan dua penulis:
Versi pertama adalah dengan menggunakan hanya nama belakang penulis. Contohnya: Chaer dan Agustina. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Versi kedua adalah dengan menuliskan nama penulis pertama yang dibalik dan lengkap, sedangkan nama penulis kedua ditulis dengan normal atau tidak dibalik. Contohnya: Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dalam menggunakan salah satu versi tersebut. Jika dalam sumber pertama Anda menggunakan versi pertama, maka dalam sumber selanjutnya juga harus menggunakan versi pertama dan tidak boleh berganti menjadi versi kedua.
Apabila sumber yang Anda gunakan memiliki tiga penulis atau lebih, maka tidak semua nama penulis perlu disertakan dalam daftar pustaka. Biasanya, nama-nama penulis tersebut akan diwakilkan dengan menggunakan istilah “dkk” atau “et. al.”. Namun, Anda perlu konsisten dalam penggunaan istilah tersebut. Misalnya, jika pada sumber pertama menggunakan istilah “dkk”, maka pada sumber selanjutnya juga harus menggunakan istilah “dkk” dan tidak boleh diganti menjadi “et. al.”.
Contohnya: Chaer, dkk. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, et. al. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Selain buku dengan dua penulis, ada juga sumber-sumber lain seperti buku antologi atau kumpulan karya tulis. Untuk menyusun daftar pustaka dari sumber seperti ini, Anda perlu mengikuti urutan berikut:
1. Nama penulis artikel yang dikutip
2. Tahun terbit artikel
3. Judul artikel yang dikutip
4. Nama penghimpun dengan keterangan “(Ed.)”
5. Tahun terbit antologi
6. Judul buku antologi yang dikutip
7. Tempat terbit antologi
8. Nama penerbit
Contohnya:
Kartodirjo, Sartono. (1977). Metode Penggunaan Dokumen. Dalam Koentjaraningrat (Ed.), Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: aikerja.com.
Itulah tiga format penulisan daftar pustaka dari buku dengan dua penulis atau lebih, serta sumber-sumber lain seperti buku antologi. Jika Anda masih bingung atau kesulitan dalam menyusun daftar pustaka, Anda bisa membaca buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah atau buku Panduan Praktis Menulis Karya Ilmiah yang dapat memberikan panduan lebih rinci dan detail tentang cara menulis daftar pustaka dan karya ilmiah secara umum.
Pengertian Daftar Pustaka
Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara menulis daftar pustaka, penting untuk memahami pengertian dan tujuan dari daftar pustaka itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daftar pustaka adalah daftar yang berisi judul buku, nama penulis, nama penerbit, dan lain sebagainya yang berada pada akhir karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.
Daftar pustaka tidak hanya berisi daftar buku, tetapi juga mencakup sumber-sumber lain seperti jurnal, artikel, koran, situs web, kamus, dan sebagainya yang digunakan oleh penulis dalam karya tulisnya. Daftar pustaka memiliki beberapa fungsi dan tujuan, antara lain:
1. Terhindar dari tuduhan plagiasi atau penjiplakan
Penulisan daftar pustaka bertujuan untuk menghindari tuduhan melakukan plagiasi atau penjiplakan. Dengan mencantumkan sumber-sumber yang digunakan secara lengkap dan mengutip ide orang lain dengan baik, penulis dapat terhindar dari masalah hak cipta dan tuduhan plagiasi.
2. Menghargai ide dari penulis sebelumnya
Dalam menuliskan daftar pustaka secara lengkap, sebenarnya penulis telah memberikan penghargaan pada ide dan pemikiran dari penulis sebelumnya. Penulisan daftar pustaka juga menjadi bentuk pengakuan bahwa penulis setuju dengan ide, pemikiran, penemuan, atau analisis yang telah dilakukan oleh penulis sebelumnya.
3. Membantu pembaca lain menelusuri sumber dengan lebih mudah
Salah satu tujuan penulisan daftar pustaka adalah membantu pembaca lain dalam menelusuri sumber yang digunakan oleh penulis. Ketika seorang penulis ingin memperbarui penelitian atau meneliti topik yang sama, ia membutuhkan sumber-sumber terpercaya untuk menjadikan karyanya lebih berkualitas. Dengan mengacu pada daftar pustaka di karya ilmiah tertentu, penulis atau peneliti lain dapat dengan mudah menelusuri sumber yang telah digunakan oleh penulis.
Tujuan-tujuan tersebut menjadikan daftar pustaka sebagai komponen yang penting dalam sebuah karya ilmiah. Selain itu, penulisan daftar pustaka juga harus mengikuti format yang sesuai dengan standar internasional seperti APA (American Psychological Association) atau MLA (Modern Language Association) sesuai dengan disesuaikan dengan Pedoman Umum Bahasa Indonesia (PUEBI) jika diperlukan.
Urutan Menulis Daftar Pustaka Secara Umum
Meskipun format penulisan daftar pustaka dapat berbeda-beda tergantung pada gaya sitasi yang digunakan, secara umum terdapat beberapa informasi yang harus ada dalam daftar pustaka. Berikut adalah urutan informasi yang perlu ditulis dalam daftar pustaka secara umum:
1. Nama penulis: Nama penulis ditulis dengan membalik nama belakang terlebih dahulu, diikuti oleh inisial atau nama depan penulis. Contohnya: Utami, Ayu. Hirata, Andrea.
2. Tahun terbit: Tahun terbit buku atau artikel ditulis dalam tanda kurung dua setelah nama penulis. Contohnya: Utami, Ayu. (2020).
3. Judul buku: Judul buku ditulis dengan lengkap tanpa pengurangan atau penyingkatan. Judul buku juga ditulis dengan menggunakan huruf miring atau italic untuk membedakannya dari teks lain. Contohnya: Utami, Ayu. (2012). Cerita Cinta Enrico.
4. Tempat terbit: Informasi tentang tempat terbit buku ditulis setelah judul buku dan diberi tanda titik dua (:). Contohnya: Utami, Ayu. (2012). Cerita Cinta Enrico. Jakarta:
5. Nama penerbit: Informasi tentang nama penerbit ditulis setelah tempat terbit buku. Contohnya: Utami, Ayu. (2012). Cerita Cinta Enrico. Jakarta: aikerja.com.
Informasi-informasi tersebut harus ditulis dengan urutan yang sesuai dan lengkap. Jika sumber yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis, maka Anda bisa langsung mencantumkan judul buku beserta tahun dan tempat terbitnya. Jika terdapat dua penulis, penulis pertama ditulis dengan nama belakang dibalik, sedangkan penulis kedua ditulis dengan nama normal. Apabila terdapat tiga penulis atau lebih, nama penulis pertama ditulis dengan lengkap, sedangkan nama-nama penulis selanjutnya dapat diwakilkan dengan menggunakan istilah “dkk” atau “et. al.”.
Cara Menulis Sumber Kutipan
Selain daftar pustaka, penulisan kutipan juga perlu diperhatikan agar tidak terdeteksi sebagai plagiasi. Terdapat dua jenis kutipan, yaitu kutipan tidak langsung dan kutipan langsung.
Kutipan tidak langsung adalah ketika Anda mengambil ide atau informasi dari sumber lain namun merangkainya dengan kata-kata sendiri. Kutipan tidak langsung tidak menuliskan kalimat yang sama persis dengan sumbernya.
Kutipan langsung, di sisi lain, adalah ketika Anda menuliskan kalimat dari sumber asli tanpa mengubah apapun. Kutipan langsung dapat dibedakan menjadi kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang.
Kutipan langsung pendek ditulis dengan menggunakan tanda kutip (“”) dan tidak boleh melebihi batas jumlah kata atau baris yang ditentukan, seperti kurang dari 40 kata untuk APA style atau kurang dari 4 baris untuk MLA style.
Kutipan langsung panjang, di sisi lain, dapat melebihi batas jumlah kata atau baris yang ditentukan dan ditulis dalam paragraf terpisah dengan penjoran pada baris baru, tanpa menggunakan tanda kutip.
Pada saat mengutip sumber, Anda juga perlu memperhatikan teknik sitasi yang digunakan sebagai pedoman. Ada beberapa model sitasi yang dapat Anda gunakan, seperti APA style, MLA style, atau lainnya sesuai dengan petunjuk dan aturan yang berlaku di institusi atau jurnal ilmiah yang Anda gunakan.
Untuk memahami lebih rinci tentang cara menulis daftar pustaka dan teknik-teknik penulisan karya ilmiah lainnya, Anda dapat membaca buku-buku panduan penulisan karya ilmiah yang telah tersedia di aikerja.com. Buku-buku tersebut dapat memberikan panduan dan contoh yang lebih rinci, serta membantu Anda dalam menyusun karya ilmiah dengan baik dan benar.
Jadi, jika Anda sedang belajar atau sedang kesulitan dalam menyusun laporan atau karya ilmiah, tidak perlu khawatir. Dengan membaca buku-buku panduan penulisan karya ilmiah yang tersedia di aikerja.com, Anda akan mendapatkan banyak informasi dan panduan yang akan membantu Anda dalam menyusun karya ilmiah dengan baik.
Demikianlah penjelasan tentang cara menulis daftar pustaka dari buku dengan dua penulis atau lebih, serta pengertian dan tujuan dari daftar pustaka dalam sebuah karya ilmiah, urutan penulisan daftar pustaka secara umum, dan cara menulis sumber kutipan. Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam menyusun karya ilmiah dengan baik dan benar.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.