Cara Mengobati Bisul dengan Alami dan Gejalanya
Apa Itu Bisul?
Bisul merupakan benjolan merah yang muncul pada kulit dan terasa sakit serta berisi nanah. Benjolan ini muncul akibat dari infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut. Folikel rambut adalah lubang yang menjadi tempat rambut tumbuh. Bagian tubuh yang sering terkena bisul antara lain adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha.
Kondisi bisul ini pada umumnya terjadi akibat bagian-bagian tubuh tersebut sering mengalami gesekan serta berkeringat. Hal yang perlu diperhatikan dari bisul adalah bisul juga bisa terjadi pada kelopak mata. Banyak orang menyebut kondisi satu ini dengan bintitan.
Bisul yang muncul pada kelopak mata bisa terjadi akibat infeksi pada kelenjar minyak atau folikel rambut di daerah tersebut. Gejala yang bisa dirasakan saat bisul muncul di kelopak mata antara lain adalah rasa nyeri, pembengkakan, kemerahan, kelopak mata yang terasa hangat, dan bisa juga terjadi penglihatan kabur. Bisul pada kelopak mata ini juga bisa menyebabkan mata terasa berair atau berkedip lebih sering.
Salah satu faktor pemicu bisul pada kelopak mata adalah kurangnya kebersihan. Kotoran atau kuman pada tangan bisa menyebabkan infeksi pada mata. Terlebih lagi jika sering kali menyentuh wajah atau mata dengan tangan yang tidak bersih. Sehingga tangan yang kurang bersih bisa menjadi faktor pemicu bisul di kelopak mata.
Pada dasarnya, bisul bisa terjadi di mana saja pada tubuh manusia yang memiliki folikel rambut. Bisul yang muncul di daerah lain seperti ketiak atau daerah yang sering berkeringat bisa disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke dalam folikel rambut melalui luka gores atau gigitan serangga. Bakteri ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya jika bisul tidak segera diobati dengan baik.
Jenis-Jenis Bisul
Bisul memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Furunkel atau Karbunkel
Furunkel atau karbunkel adalah jenis bisul yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Furunkel pada umumnya lebih kecil daripada karbunkel. Sementara itu, karbunkel merupakan masalah kulit yang lebih serius. Karbunkel umumnya melibatkan sekelompok folikel rambut, sehingga memiliki ukuran lebih besar dari furunkel biasa.
Selain itu, karbunkel juga bisa memiliki satu atau bahkan lebih pada lubang kulit, oleh karena itu karbunkel dapat menimbulkan gejala seperti demam maupun kedinginan. Jika seseorang memiliki banyak karbunkel pada kulit, maka kondisi ini dikenal sebagai karbunkulosis dan harus segera diobati oleh dokter.
2. Jerawat Kistik
Jerawat kistik merupakan salah satu jenis bisul yang terbentuk ketika minyak dan sel kulit mati menyumbat folikel rambut, yang dapat menciptakan tempat di mana bakteri dapat tumbuh dan berkembang. Jerawat kistik akan mempengaruhi jaringan kulit yang lebih dalam dibandingkan jerawat biasa. Jerawat kistik paling sering terjadi pada wajah dan umumnya dialami oleh anak-anak remaja.
3. Hidradenitis Suppurativa
Hidradenitis suppurativa adalah suatu kondisi di mana bisul berulang kali muncul di bawah ketiak atau di daerah selangkangan. Infeksi dimulai pada kelenjar keringat dan folikel rambut yang tersumbat. Pada kasus hidradenitis suppurativa ringan, hidradenitis suppurativa dapat disembuhkan dengan perawatan di rumah. Akan tetapi, bisul dengan kondisi yang cukup parah biasanya memerlukan prosedur operasi untuk dapat mengangkat kelenjar keringat yang terlibat agar mampu menghentikan peradangan kulit.
4. Kista Pilonidal
Kista pilonidal merupakan sejenis bisul yang cukup unik yang muncul pada lipatan pantat atau bokong. Kista jenis ini sering dimulai dengan infeksi kecil di dasar area kulit, yaitu tempat rambut tumbuh atau folikel rambut. Ketika mengalami iritasi serta tekanan, maka lama-kelamaan area yang meradang pun akan menjadi besar dan berubah menjadi benjolan keras, nyeri, dan lunak yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman ketika duduk. Kista pilonidal biasanya sering terjadi karena penderita duduk terlalu lama.
Penyebab dan Gejala Bisul
Bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang bisa masuk ke dalam folikel rambut melalui luka gores atau gigitan serangga. Salah satu bakteri yang sering menjadi penyebab bisul adalah Staphylococcus aureus, yang umumnya ditemukan di kulit atau di dalam hidung.
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena bisul antara lain adalah:
– Melakukan kontak secara langsung dengan penderita bisul, contohnya karena tinggal serumah dan sering bertemu.
– Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, contohnya karena menderita penyakit tertentu seperti HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes.
– Mengalami beberapa masalah kulit, contohnya seperti kulit berjerawat, mengalami eksim, atau scabies.
– Tidak menjaga kebersihan, baik itu kebersihan pribadi maupun lingkungan.
– Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik, seperti menderita diabetes atau kekurangan gizi.
– Terpapar oleh beberapa senyawa kimia berbahaya yang berpotensi dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit.
Selain faktor-faktor di atas, ada juga masyarakat yang beranggapan bahwa mengonsumsi telur bisa menyebabkan munculnya bisul atau bintitan. Namun, hal ini belum terbukti benar dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasinya.
Bisul umumnya tidak timbul secara tiba-tiba, tetapi juga disertai oleh beberapa gejala yang dirasakan oleh penderitanya. Ketika seseorang mengalami bisul, maka penderita akan merasakan adanya benjolan pada kulit yang berisi nanah dan ditandai dengan beberapa gejala atau tanda sebagai berikut:
– Muncul benjolan dengan warna merah yang berisi nanah dan pada awalnya hanya berukuran kecil, tetapi semakin lama semakin membesar.
– Kulit di sekitar benjolan merah tersebut akan ikut tampak memerah, bengkak dan terasa cukup hangat ketika disentuh.
– Benjolan yang muncul pada permukaan kulit akan terasa sakit atau nyeri, terutama ketika benjolan tersebut disentuh.
– Benjolan merah tersebut memiliki mata atau titik putih atau titik dengan warna kuning pada bagian puncaknya, titik tersebut disebut pula dengan pustula yang lalu akan pecah dan mengeluarkan nanah di dalamnya.
Namun, perlu diingat bahwa penderita bisul umumnya hanya mengalami satu benjolan. Jika timbul benjolan yang cukup banyak dan berkumpul menjadi satu, kondisi ini disebut als bisul sabut atau karbunkel yang menandakan infeksi yang cukup serius. Kondisi karbunkel sering ditemukan pada orang dengan usia lanjut atau paruh baya yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Cara Mengobati Bisul
Meskipun bisul umumnya bukan menjadi masalah yang serius, namun kondisi ini memang bisa menyebabkan rasa nyeri dan mengganggu penampilan. Oleh karena itu, bisul sebaiknya segera diobati dengan baik untuk mengatasi keluhan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Berikut adalah beberapa cara mengobati bisul yang bisa dilakukan:
1. Kompres dengan Air Hangat
Salah satu cara sederhana dan efektif mengobati bisul adalah dengan mengompres bisul menggunakan air hangat. Kompres dengan air hangat dapat membantu meredakan rasa nyeri dan membantu mengeluarkan nanah dari kulit. Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan merendam kain dalam air hangat, kemudian memerasnya dan menempelkan kain tersebut pada bisul selama 10-15 menit. Proses ini bisa diulangi beberapa kali sehari untuk mempercepat proses penyembuhan bisul.
Namun, sebelum mengompres dengan air hangat, pastikan terlebih dahulu bahwa bisul sudah matang atau pecah. Jangan mengompres bisul yang masih dalam tahap perkembangan, karena bisa menyebabkan infeksi semakin parah.
2. Menggunakan Minyak Esensial seperti Tea Tree Oil
Minyak esensial tea tree oil diketahui memiliki sifat antiseptik dan antibakteri yang kuat, sehingga dapat membantu mengobati infeksi bakteri penyebab bisul. Namun, perlu diperhatikan bahwa minyak tea tree oil tidak boleh digunakan secara langsung pada kulit tanpa diencerkan terlebih dahulu, karena dapat menyebabkan iritasi.
Untuk menggunakan minyak tea tree oil, Anda dapat mencampurkan lima tetes minyak tea tree dengan satu sendok teh minyak kelapa atau minyak zaitun. Kemudian, oleskan campuran minyak ini pada bisul dengan menggunakan kapas atau kain bersih sebanyak 2-3 kali sehari. Setelah bisul matang dan pecah, Anda bisa terus menggunakan minyak ini untuk mempercepat proses penyembuhan.
3. Menggunakan Bubuk Kunyit
Bubuk kunyit juga diketahui memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang dapat membantu menyembuhkan bisul dengan cepat. Anda bisa mengonsumsi bubuk kunyit atau menggunakannya secara topikal, atau bahkan dengan kombinasi keduanya.
Untuk mengonsumsi bubuk kunyit, Anda bisa merebus satu sendok teh bubuk kunyit dalam air atau susu, lalu minum ramuan ini 3 kali sehari setelah dingin. Sedangkan untuk penggunaan topikal, Anda dapat mencampurkan bubuk kunyit dengan air atau jahe untuk membuatnya menjadi masker, lalu mengoleskannya pada daerah bisul sebanyak 2 kali sehari secara rutin.
4. Menggunakan Garam Epsom
Garam epsom memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk kemampuan untuk membantu mengobati bisul. Garam epsom dapat membantu mengeluarkan nanah dari bisul dan menyebabkannya lebih cepat mengering.
Untuk menggunakan garam epsom, Anda perlu melarutkannya dalam air hangat dan merendam kain kompres di dalamnya. Setelah itu, oleskan kompres garam tersebut pada bisul selama kurang lebih 20 menit. Lakukan langkah ini sebanyak 3 kali sehari secara rutin atau hingga bisul hilang.
5. Menggunakan Minyak Jarak
Minyak jarak mengandung asam risinoleat yang memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Selain itu, minyak jarak juga memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengobati infeksi kulit penyebab bisul. Anda bisa mengoleskan sedikit minyak jarak langsung pada bisul sebanyak 3 kali sehari sampai bisul hilang.
6. Menggunakan Neem Oil atau Minyak Nimba
Neem oil atau minyak nimba memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan antimikroba yang dapat membantu mengobati infeksi pada kulit, termasuk bisul. Anda bisa mengoleskan minyak nimba secara langsung pada daerah bisul sebanyak 3-4 kali sehari. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan pengobatan bisul dengan menggunakan minyak nimba ini.
7. Bawang Putih
Bawang putih juga menjadi salah satu bahan alami yang diyakini dapat mengempiskan bisul dengan cepat. Bawang putih memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi yang dapat meredakan peradangan dan membantu mempercepat penyembuhan bisul.
Untuk menggunakannya, Anda dapat menumbuk bawang putih hingga halus, lalu mengoleskannya secara langsung pada bisul. Biarkan selama beberapa saat agar bawang putih meresap ke dalam bisul, kemudian bilas dengan air bersih. Lakukan langkah ini sebanyak 2-3 kali sehari agar hasilnya lebih maksimal.
8. Madu
Madu juga merupakan salah satu obat alami yang cukup terkenal untuk mengobati bisul. Madu memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri yang dapat meredakan pembengkakan dan perasaan tidak nyaman pada kulit. Selain itu, madu juga bersifat antimikroba, sehingga dapat mencegah bisul kambuh.
Untuk menggunakan madu, Anda bisa mengoleskan madu murni secara langsung pada daerah bisul. Biarkan madu meresap ke dalam kulit selama beberapa saat, kemudian bilas dengan air hingga bersih. Lakukan langkah ini sebanyak 2-3 kali sehari untuk mempercepat proses penyembuhan bisul.
9. Minyak Kelapa
Selain minyak jarak, minyak kelapa juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat alami untuk bisul. Minyak kelapa mengandung asam lemak, seperti asam laurat, yang memiliki sifat antibakteri. Anda dapat mengoleskan sedikit minyak kelapa pada bisul sebanyak 2 kali sehari untuk membantu mengatasi infeksi dan mempercepat penyembuhan.
10. Obat Herbal China
Teh dandelion dan bunga krisan merupakan beberapa jenis obat herbal China yang dapat membantu mengurangi panas dalam tubuh. Panas dalam tubuh dipercaya dapat menjadi penyebab munculnya bisul. Mengonsumsi teh dandelion atau bunga krisan secara rutin dapat membantu menghentikan penyebaran infeksi dan mempercepat penyembuhan bisul.
Jika pengobatan rumahan yang dilakukan belum memberikan hasil yang memuaskan, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter bisa memberikan penanganan medis yang lebih sesuai dengan kondisi dan memberikan obat-obatan yang mungkin diperlukan untuk mengobati bisul.
Selain pengobatan rumahan, ada juga beberapa jenis salep yang bisa digunakan untuk mengobati bisul. Salep seperti salep ichtiol 10 persen dapat digunakan untuk menyerap bisul yang masih dalam tahap perkembangan. Salep ini memiliki efek pematangan yang dapat mempercepat proses penyembuhan bisul.
Dan masih banyak lagi jenis salep yang dapat digunakan untuk mengobati bisul, seperti salep yang mengandung timbal oksida (Ung. diachylon). Kedua salep ini dapat digunakan sebagai antiradang, antibakteri yang lemah, sekaligus sebagai antigatal. Salep bisa dioleskan pada bisul menggunakan kasa atau plester, dan perlu diganti sebanyak 2 kali sehari serta dibersihkan dengan wasbenzine.
Setelah bisul pecah atau matang, Anda dapat memijat bisul dengan menggunakan kasa atau kapas hingga nanah keluar. Hal ini membantu membersihkan bisul dan mempercepat penyembuhan.
Namun, jika bisul semakin memburuk, terasa sangat sakit, terdapat tanda-tanda infeksi seperti demam atau pembengkakan, serta bisul terus bertambah besar, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan mengevaluasi kondisi bisul dan memberikan pengobatan yang sesuai, seperti memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang lebih serius.
Selain menjalani pengobatan medis, penting juga bagi Anda untuk menjaga kebersihan dan menjaga kebersihan pribadi dengan baik. Dalam menjaga kebersihan pribadi, Anda disarankan untuk sering mencuci tangan dengan sabun, mengganti baju dan handuk secara teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak terpapar oleh bakteri penyebab bisul.
Untuk mencegah bisul kambuh, ada beberapa langkah yang dapat diambil, antara lain:
1. Jaga kebersihan kulit dengan cuci tangan yang baik menggunakan sabun.
2. Hindari menyentuh bisul atau menggaruknya agar tidak menyebabkan infeksi lebih parah.
3. Jangan memaksakan untuk memencet bisul yang belum matang atau belum pecah.
4. Gunakan pakaian yang bersih dan hindari berbagi pakaian dengan orang lain.
5. Gunakan handuk dan alat mandi pribadi yang bersih.
6. Hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi bisul.
7. Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi.
Mengobati bisul memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan menjaga kebersihan diri dengan baik, bisul biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu. Jika bisul tidak kunjung sembuh atau sering kambuh, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.