7 Cara Memasak Pare Agar Tidak Pahit dan Manfaatnya Bagi Kesehatan!
Cara Menanam Pare
Pare merupakan tanaman sayur yang tumbuh merambat dan dapat dimanfaatkan sebagai sayuran atau bahan pengobatan. Untuk menanam pare, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Ditanam langsung di tanah
Cara pertama adalah dengan menanam pare langsung di tanah. Lubang tanam per masing-masing lubang dapat diisi 2 hingga 3 biji. Setelah sekitar 1 minggu, tunas pare akan mulai tumbuh. Pilih satu tanaman yang paling bagus per lubang untuk dibiarkan tumbuh.
2. Persemaian
Cara kedua adalah dengan menggunakan persemaian. Pare dapat disemai di media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 1 banding 1. Jarak antara benih yang disemai sekitar 2 cm x 2 cm. Bibit siap ditanam setelah mencapai umur sekitar 3 minggu atau sudah terlihat 3 hingga 4 daun.
Penyiraman tanaman pare dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Setelah berusia dua minggu atau tinggi tanaman sudah mencapai 50 cm, buat para-para setinggi 1,5 sampai 2 meter untuk merambatkan sulur-sulur tanaman pare. Pemangkasan juga perlu dilakukan, yaitu pada saat tanaman berumur 6 minggu dengan memotong cabang yang sudah tua dan tidak tumbuh lagi, daun-daun tua, serta cabang yang rusak akibat hama penyakit.
Kandungan Nutrisi Pare & Manfaatnya bagi Kesehatan
Pare memiliki berbagai kandungan nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Dalam 124 gram buah pare yang telah dimasak tanpa tambahan lemak, terdapat kandungan nutrisi seperti:
– Kalori : 24 kkal
– Karbohidrat : 5,4 gram
– Protein : 1 gram
– Lemak : 0,2 gram
– Natrium : 392 mg
– Vitamin C : 40,9 mg
– Serat : 2,5 gram
– Gula : 2,4 gram
– Kalium : 395,6 mg
– Magnesium : 19,8 mg
– Folat : 63,2 mcg
Selain itu, pare juga mengandung berbagai mikronutrien seperti kalsium, vitamin A, fosfor, potasium, seng, tembaga, dan zat besi. Pare juga mengandung vitamin B dan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin.
Pare memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Beberapa manfaat pare adalah:
1. Melawan infeksi akibat bakteri dan virus
Pare memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang dapat melawan infeksi akibat bakteri dan virus. Pare juga dapat membersihkan bisul keras dan kusta, serta membantu penyembuhan luka.
2. Meningkatkan sistem imunitas tubuh
Pare mengandung momordica anti-human immunovirus protein (MAP30) yang dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. MAP30 mendorong berbagai fungsi sistem kekebalan tubuh seperti meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan sel T helper, menghambat infeksi HIV pada limfosit T, dan meningkatkan produksi imunoglobulin sel B.
3. Menjaga kesehatan pencernaan
Pare memiliki sifat pencahar alami yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit. Pare juga membantu melawan bakteri Helicobacter pylori yang berkontribusi dalam pembentukan ulkus lambung.
4. Mengatasi gejala gangguan pernapasan
Pare memiliki kemampuan detoksifikasi yang dapat membantu mengatasi gejala gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, dan flu. Pare juga meningkatkan sistem imunitas tubuh dan sistem pencernaan yang berjalan dengan baik.
5. Menjaga kesehatan mata
Kandungan vitamin A, lutein, dan zeaxanthin dalam pare dapat membantu mencegah gangguan mata seperti degenerasi makula akibat pertambahan usia (AMD). Pare juga mengandung vitamin C dan E yang terkait dengan pencegahan AMD.
6. Meningkatkan kesehatan jantung
Pare memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan dapat meningkatkan kesehatan jantung. Kandungan vitamin, serat, dan kalium dalam pare dapat meningkatkan kesehatan jantung. Pare juga dapat mengurangi kadar kolesterol dengan mendorong ekskresi kolesterol melalui asam empedu.
7. Menjaga kadar gula darah tetap normal
Ekstrak pare dapat mengatasi masalah resistensi insulin dan kadar gula darah tinggi. Ekstrak pare juga dapat mencegah kerusakan pada ginjal, penyimpangan hormon, dan perubahan menstruasi pada wanita yang terkait dengan diabetes.
8. Membantu mengobati luka dan radang kulit
Pare dapat membantu mengobati luka dan radang kulit karena memiliki sifat antibakteri. Pare juga dapat membantu mengobati kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis.
9. Mencegah penyakit kanker
Ekstrak pare dapat mencegah berbagai jenis kanker seperti leukemia limfoid, melanoma, koriokarsinoma, limfoma, kanker payudara, kanker prostat, karsinoma lidah dan laring, kanker kandung kemih, tumor kulit, dan penyakit Hodgkin.
10. Meningkatkan kesehatan hati
Ekstrak pare dapat meningkatkan detoksifikasi dan mencegah kerusakan hati. Ekstrak pare dapat meningkatkan kadar glutation peroksidase, katalase, dan superoksida dismutase dalam tubuh.
Cara Memasak Pare Agar Tidak Pahit
Pare memiliki rasa yang pahit, namun ada beberapa tips untuk mengurangi rasa pahit pada pare saat memasaknya.
1. Cuci pare dengan air bersih
Cara pertama adalah mencuci pare dengan air bersih sebelum mengolahnya. Potong-potong pare terlebih dahulu agar bagian dalam buahnya tidak terlewat. Cuci dengan air bersih untuk menghilangkan sedikit rasa pahitnya.
2. Mengupas bagian kulitnya
Mengupas bagian kulit pare juga dapat mengurangi rasa pahitnya. Kupas bagian kulit pare sampai halus untuk menghilangkan sebagian rasa pahitnya.
3. Marinasi dengan garam
Marinasi dengan garam juga dapat mengurangi rasa pahit pare. Oles pare dengan garam dan biarkan selama 20 hingga 30 menit. Setelah itu, cuci dengan air bersih untuk menghilangkan sisa garam.
4. Menaburkan gula di atas pare
Menaburkan gula pasir atau gula merah di atas pare saat memasaknya juga dapat mengurangi rasa pahitnya. Gula akan memberikan sentuhan manis yang seimbang dengan rasa pahit pare.
5. Menuang dengan campuran gula dan cuka
Campuran gula dan cuka juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa pahit pada pare. Campurkan gula dan cuka dengan perbandingan yang sama, lalu tuang ke atas pare saat memasak.
6. Merendam di dalam air perasan asam jawa
Air perasan asam jawa juga dapat meredakan rasa pahit pare. Potong-potong pare dan rendam dalam air perasan asam jawa selama 30 menit sebelum dimasak.
7. Membuang bijinya
Biji pare memiliki rasa pahit yang kuat, sehingga sebaiknya dibuang sebelum memasaknya. Hal ini akan membuat pare lebih enak ketika dikonsumsi.
Dengan menggunakan tips-tips di atas, pare dapat dimasak dengan baik dan rasa pahitnya dapat dikurangi sehingga pare menjadi makanan yang lezat.
Rekomendasi Buku Terkait Cara Memasak Pare Agar Tidak Pahit
Jika Anda tertarik untuk mencoba berbagai resep masakan dengan pare, ada beberapa buku rekomendasi yang dapat Anda baca:
1. “Koleksi 120 Resep Masakan Sayur plus Tahu Tempe + Telur” oleh Yasa Boga
Buku ini menyajikan koleksi 120 resep masakan sayur yang dapat dijadikan referensi dalam mengolah pare dan bahan-bahan lainnya seperti tahu, tempe, dan telur.
2. “Step by Step 40 Resep Masakan dengan Bumbu Dasar ala Sisca Soewitomo”
Buku ini ditulis oleh Sisca Soewitomo dan menjelaskan cara membuat bumbu dasar yang dapat digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari. Buku ini sangat berguna jika Anda ingin mencoba variasi masakan dengan pare.
3. “Kumpulan Resep Masakan Tradisional dari SABANG sampai MERAUKE”
Buku ini mengumpulkan berbagai resep masakan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Anda dapat mencari resep masakan tradisional dengan bahan utama pare dalam buku ini.
Dengan membaca buku-buku tersebut, Anda dapat memperluas pengetahuan tentang cara memasak pare yang lezat dan sehat.
Kesimpulan
Pare adalah tanaman sayur yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Pare dapat dikurangi rasa pahitnya dengan cara mengupas bagian kulit, merendam dengan garam, menaburkan gula, menuang dengan campuran gula dan cuka, merendam dengan air perasan asam jawa, atau dengan membuang bijinya. Ada beberapa buku rekomendasi yang dapat menjadi panduan dalam memasak pare dengan variasi yang beragam. Dengan mempelajari dan mencoba resep-resep tersebut, Anda dapat mengolah pare menjadi makanan yang lezat dan sehat.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.