7 Fakta Bunga Edelweis: Alasan Tak Boleh Dipetik dan Mitos Lainnya



Bunga Edelweis, Anaphalis Javanica

Bunga edelweis (Anaphalis javanica) merupakan salah satu bunga yang lazim ditemukan di beberapa gunung di Indonesia ketika melakukan pendakian. Nama latin dari bunga ini adalah Anaphalis javanica, dan bunga ini banyak tumbuh di pegunungan di Indonesia. Bunga edelweis terkenal memiliki penampilan yang begitu cantik, sehingga banyak pendaki yang ingin memetik dan membawa pulang bunga satu ini.

Namun, Anda perlu tahu bahwa memetik bunga edelweis ini merupakan aktivitas yang dilarang ketika melakukan pendakian. Para pendaki yang melanggar peraturan ini akan mendapatkan sanksi yang perlu ditanggung. Contohnya adalah pihak Basecamp Gunung Prau dari Igirmranak yang mewajibkan pendaki mengganti 100 kali lipat apabila merusak tanaman selama pendakian, termasuk memetik bunga edelweis.

Lalu, mengapa bunga edelweis tidak boleh dipetik? Mengapa ada sanksi ketika ada seseorang yang melanggarnya? Apa mitos dan fakta seputar bunga edelweis yang mendapat julukan sebagai bunga abadi? Semua pertanyaan itu akan dijelaskan pada artikel ini. Jadi, mari simak penjelasan tentang bunga edelweis berikut ini.

Bunga Edelweis, Anaphalis Javanica

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang mitos dan fakta seputar bunga edelweis, ada baiknya jika Anda mengetahui pengetahuan umum tentang bunga ini lebih dulu. Anaphalis javanica atau Edelweis Jawa merupakan tumbuhan endemik zona montana atau alpina yang ada di berbagai pegunungan tinggi di Nusantara.

Anda mungkin juga tidak asing dengan julukan dari edelweis yaitu “bunga abadi”. Julukan ini tidak asal diberikan, melainkan diberikan karena bunga edelweis dapat mekar dalam jangka waktu yang cukup lama. Bunga ini tidak mudah layu atau mati, bahkan dapat bertahan selama 10 tahun lamanya. Karena jangka waktu mekar yang lama, bunga edelweis kemudian mendapatkan julukan sebagai bunga abadi.

See also  Review Buku Arah Langkah Karya Fiersa Besari: Tentang Perjalanan, Manusia, Cinta

Selain itu, edelweis juga memiliki bulu yang tebal yang membantu melindungi bunga ini dari udara dingin di pegunungan. Bulu tebal tersebut memiliki manfaat untuk menghalau udara dingin di pegunungan. Edelweis juga memiliki akar yang bersimbiosis mutualisme dengan jamur mikoriza, sehingga dapat hidup di tanah yang tandus seperti di lereng gunung.

Edelweis dapat tumbuh hingga ketinggian 8 meter dan memiliki batang yang sebesar kaki manusia. Meskipun cukup populer dan lazim ditemukan di daerah pegunungan, tetapi bunga edelweis termasuk tumbuhan yang langka. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melestarikan keberadaan bunga ini.

Ciri-Ciri Bunga Edelweis

Bunga edelweis memiliki ciri-ciri yang khas. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari bunga edelweis:

1. Bunga ini merupakan tumbuhan epifit, sehingga batangnya tidak membesar.
2. Batang dari bunga edelweis berfungsi sebagai tangkai bunga.
3. Batang pada bunga edelweis tertutupi oleh kulit yang biasanya memiliki tekstur kasar dan warna cerah.
4. Daun dari edelweis memiliki bentuk linear dan lancip, dengan panjang sekitar 4 hingga 6 cm dan lebar sekitar 0,5 cm.
5. Daun edelweis memiliki bulu-bulu halus berwarna putih yang mirip dengan wol.
6. Pada setiap tangkai bunganya, terdapat sekitar lima hingga enam kepala bunga edelweis dengan ukuran sekitar 5 mm yang dikelilingi oleh daun muda.
7. Kelopak bunga edelweis berwarna putih dengan tekstur yang lembut, sedangkan bagian kepala bunga berwarna kuning.
8. Edelweis hanya dapat tumbuh di ketinggian 2000 hingga 3000 mdpl.
9. Edelweis adalah tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus.

Kenapa Bunga Edelweis Dilarang Dipetik dan Mitos di Baliknya

See also  20 Macam Hiasan Akuarium: Ide Unik untuk Mempercantik Akuarium

Bunga edelweis memiliki keindahan yang menarik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pendaki gunung. Namun, ada beberapa alasan mengapa bunga ini dilarang untuk dipetik. Salah satunya adalah karena perlindungan terhadap kelestarian alam serta peraturan yang melarang pemetikan bunga ini.

Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem menyatakan bahwa segala sesuatu, baik itu tumbuhan maupun hewan yang berada di kawasan konservasi dilindungi, sehingga dilarang dipetik atau diburu. Jika seseorang melanggar aturan ini, maka dia dapat dikenai sanksi yang cukup berat.

Selain itu, pelarangan memetik bunga edelweis juga tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Dalam peraturan tersebut, bunga edelweis termasuk dalam jenis tumbuhan yang dilindungi. Bagi yang melanggar aturan ini, dia dapat dikenai sanksi berupa penjara dan denda.

Selain karena alasan legalitas, ada pula alasan lain mengapa bunga edelweis tidak boleh dipetik. Salah satunya adalah karena populasi bunga edelweis yang terancam punah. Kebutuhan manusia yang berlebihan untuk memetik bunga ini dapat mengganggu kelangsungan hidup bunga tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan bunga edelweis agar keberadaannya tidak punah.

Mitos tentang keindahan dan keabadian bunga edelweis juga menjadi alasan mengapa banyak orang tergoda untuk memetik bunga ini. Konon, bunga edelweis dianggap sebagai simbol cinta sejati karena kemampuannya mekar dan tidak layu dalam waktu yang lama. Mitos ini berkembang ketika seseorang memberikan bunga edelweis pada kekasihnya, maka hubungan mereka akan abadi. Namun, tentu saja hal ini hanya mitos belaka dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

See also  Cara Membuat Stiker di WhatsApp

Sejarah dan Fakta-Fakta Tentang Bunga Edelweis

Bunga edelweis memiliki sejarah yang panjang. Bunga ini pertama kali ditemukan oleh seorang naturalis Jerman bernama Caspar George Karl Reinwardt di lereng Gunung Gede, Jawa Barat pada tahun 1819. Setelah itu, bunga edelweis diteliti lebih lanjut oleh Carl Heinrich Schultz di sekitar Gunung Semeru dan Merbabu.

Selain itu, ada beberapa fakta menarik tentang bunga edelweis yang perlu diketahui. Pertama, bunga edelweis dapat tumbuh hingga setinggi 4 meter dan memiliki batang yang sebesar kaki manusia. Kedua, bunga edelweis merupakan bagian dari kebutuhan adat suku Tengger. Mereka menyebut bunga ini sebagai “tana layu” dan menggunakannya dalam berbagai upacara keagamaan. Ketiga, bunga edelweis juga memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Ekstrak bunga ini memiliki kandungan antimikroba dan anti peradangan yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Selain itu, bunga edelweis pernah muncul sebagai desain perangko nasional pada tahun 2003. Perangko ini merupakan bentuk penghormatan terhadap bunga edelweis yang terancam punah. Terakhir, bunga edelweis telah ditemukan di Indonesia selama lebih dari 200 tahun dan keberadaannya terancam karena ulah para pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Demikianlah penjelasan mengenai bunga edelweis, dari sejarahnya hingga fakta-faktanya. Meskipun bunga ini memiliki keindahan yang menawan, tetapi penting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan keberadaannya. Dengan melindungi bunga edelweis, kita turut menjaga keanekaragaman hayati di pegunungan Indonesia. Jadi, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan keberadaan bunga edelweis ini sebagai salah satu aset alam Indonesia yang berharga.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply