Go Private

Go private adalah proses mengubah status perusahaan menjadi pribadi, dimana sebelumnya perusahaan tersebut adalah publik atau sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam proses go private, saham perusahaan tidak akan lagi dapat diperdagangkan di Bursa Efek. Go private sering dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan tertentu. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari pengawasan yang ketat yang

Continue Reading

Under Valued

Under valued adalah kondisi di mana harga saham di pasar lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Dalam konteks pasar saham, harga suatu saham ditentukan oleh permintaan dan penawaran dari investor. Nilai intrinsik suatu saham adalah penilaian yang dilakukan terhadap saham berdasarkan faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi nilai perusahaan tersebut. Faktor-faktor fundamental ini meliputi kondisi keuangan perusahaan, prospek

Continue Reading

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (PNB) merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara. PNB mengacu pada nilai total produk dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara, baik yang beroperasi di dalam negeri maupun di luar negeri. Konsep PNB sering dikaitkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), yang juga mencerminkan perkembangan ekonomi sebuah negara.

Continue Reading

Manajer Investasi

Manajer investasi merupakan individu atau perusahaan yang mengumpulkan dana dari berbagai nasabah atau investor untuk dikelola dalam bentuk reksa dana atau kontrak investasi kolektif. Tujuan utama dari manajer investasi adalah untuk memberikan keuntungan yang optimal bagi para nasabahnya. Manajer investasi akan mengelola dana yang terkumpul dengan menginvestasikannya dalam portofolio efek yang sesuai dengan tujuan dan

Continue Reading

Bond Holder

Investor obligasi, juga dikenal sebagai pemegang obligasi, adalah individu atau entitas yang membeli obligasi dari penerbit obligasi. Obligasi adalah instrumen keuangan yang menawarkan pembayaran bunga secara teratur dan pengembalian investasi pada jatuh tempo. Dalam hal ini, obligasi adalah jenis investasi yang diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah, atau lembaga lainnya guna mengumpulkan dana untuk membiayai proyek atau

Continue Reading

Rasio Perputaran Aset

Rasio perputaran aset adalah ukuran yang mewakili seberapa cepat perusahaan dapat menghasilkan pendapatan atau penghasilan dari aset yang dimilikinya. Semakin tinggi rasio perputaran aset, semakin baik kinerja perusahaan, karena artinya aset yang dimiliki lebih produktif dalam menghasilkan penjualan. Rasio perputaran aset dapat dihitung dalam satuan kali atau dalam bentuk persentase (%). Salah satu faktor yang

Continue Reading

Putable Bond

Putable bond adalah jenis obligasi yang memberikan hak kepada investor untuk menjual kembali obligasi tersebut kepada penerbitnya pada harga tertentu sebelum tanggal jatuh tempo obligasi. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal sebagai “obligasi yang dapat ditarik kembali” atau “obligasi yang dapat dijual kembali”. Obligasi merupakan instrumen keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan, lembaga pemerintah, atau entitas

Continue Reading

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) adalah angka yang digunakan untuk menghitung tingkat inflasi implisit dari suatu negara. Deflator PDB menggambarkan perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang diproduksi di negara tersebut dari tahun ke tahun. Data deflator PDB penting untuk menganalisis performa ekonomi suatu negara, mengukur tingkat inflasi sebenarnya, dan memahami perubahan daya beli masyarakat.

Continue Reading

Jensen Alpha

Jensen Alpha adalah ukuran yang menentukan apakah suatu instrumen investasi menghasilkan return yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan return yang diharapkan oleh investor atas risiko pasar yang melekat pada instrumen tersebut, serta return yang ditawarkan oleh aset bebas risiko. Risiko pasar, dalam hal ini, didefinisikan sebagai besarnya beta atau risiko sistematis yang terkait

Continue Reading

Convexity

Convexity adalah penggunaan perhitungan yang sama dengan Modified Duration dalam mengukur sensitivitas perubahan harga obligasi akibat perubahan suku bunga. Namun, convexity lebih sering digunakan oleh praktisi karena akurasinya yang lebih baik dibandingkan dengan Modified Duration. Modified Duration mengasumsikan bahwa kenaikan atau penurunan suku bunga akan memiliki dampak linear terhadap perubahan harga obligasi, sedangkan convexity mampu

Continue Reading