Apa Itu Toxic Relationship? Ini Tanda-tandanya yang Perlu Diwaspadai!
Toxic Relationship dalam Hubungan Pacaran
Dalam sebuah hubungan pacaran atau relasi yang sangat personal, tidak selalu semuanya berjalan indah seperti yang kita harapkan. Pasangan pasti pernah mengalami pasang surut dan pertengkaran. Hal-hal ini adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan, karena setiap individu memiliki perbedaan pendapat dan karakter. Namun, jika pertengkaran tersebut berujung pada rasa tidak nyaman dan bahkan kekerasan, maka hal ini mengindikasikan bahwa kita berada dalam sebuah hubungan beracun, atau lebih dikenal dengan istilah toxic relationship.
Toxic relationship adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang tidak sehat antara dua individu, yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Hubungan ini terjadi karena adanya dominasi atau kontrol yang dilakukan oleh salah satu pihak, sehingga pihak lain merasa tertekan dan tidak bebas dalam mengungkapkan diri.
Toxic relationship tidak hanya terjadi pada hubungan pacaran saja, tetapi juga dapat terjadi pada hubungan pertemanan atau bahkan hubungan keluarga. Dr. Lilian Glass, seorang ahli komunikasi dan psikologi, pertama kali menciptakan istilah toxic relationship dalam bukunya yang berjudul “Toxic People: 10 Ways of Dealing with People Who Make Your Life Miserable”.
Penting untuk menyadari bahwa toxic relationship tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan terus-menerus, hubungan ini dapat memberikan dampak negatif tidak hanya pada kesehatan mental, tetapi juga pada kesehatan fisik kita di masa yang akan datang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda adanya hubungan beracun dan segera mengambil tindakan yang tepat jika kita berada dalam situasi tersebut.
Tanda-Tanda Toxic Relationship
Ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa kita berada dalam toxic relationship. Memahami dan mengenali tanda-tanda ini sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat dan membuat keputusan yang baik untuk diri kita sendiri. Berikut adalah enam tanda-tanda toxic relationship yang perlu diwaspadai:
1. Selalu Dikontrol oleh Pasangan
Tanda yang paling dapat terlihat jelas dalam toxic relationship adalah ketika pasangan kita selalu mengontrol segala hal yang kita lakukan. Setiap tindakan yang kita lakukan harus berdasarkan perintah atau persetujuan dari pasangan, walaupun mungkin keinginan kita tidak sejalan dengan yang diinginkan oleh pasangan.
Pasangan juga sering mengutarakan kalimat-kalimat manipulatif yang membuat kita merasa harus menuruti keinginannya. Mereka mungkin akan mengatakan, “Aku bersikap seperti ini karena aku sayang padamu.” Jika kita tidak menuruti mereka, mereka akan menuding kita tidak mencintainya. Hal ini membuat kita merasa terpaksa mengikuti segala keinginan mereka.
2. Sulit untuk Menjadi Diri Sendiri
Dalam toxic relationship, seringkali sulit untuk menjadi diri sendiri. Kita terlalu sering dikendalikan dan dikontrol oleh pasangan, sehingga kita tidak bisa bertindak sesuai dengan keinginan dan kepribadian kita sendiri. Setiap tindakan dan sikap yang kita lakukan, sebagian besar merupakan hasil dari perintah atau permintaan pasangan.
Kita bahkan harus berpikir berkali-kali sebelum berpendapat atau mengungkapkan keinginan kita, karena takut bahwa apa yang kita katakan akan dianggap salah oleh pasangan. Kondisi ini membuat kita kehilangan kebebasan untuk menjadi diri sendiri dan hidup sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan hidup kita sendiri.
3. Tidak Mendapat Dukungan
Salah satu dasar dari hubungan yang sehat adalah saling mendukung dan ingin melihat pasangan berhasil dalam setiap aspek kehidupannya. Namun, dalam toxic relationship, pasangan kita melihat segala pencapaian kita sebagai kompetisi. Mereka tidak memberikan dukungan kepada kita ketika kita ingin mencapai sesuatu.
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling mendukung dan ingin melihat pasangan berhasil dalam segala hal. Namun, dalam toxic relationship, pasangan kita menganggap setiap pencapaian kita sebagai ancaman dan mereka cenderung memberikan komentar yang tidak perlu dan kritis yang justru menghambat kesuksesan kita.
4. Selalu Dicurigai dan Dikekang
Rasa cemburu dalam hubungan merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Namun, dalam toxic relationship, rasa cemburu tersebut berubah menjadi berlebihan dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Pasangan kita selalu mencurigai kita dan mengikat kita agar tidak bebas dalam bergaul dengan teman atau keluarga.
5. Sering Dibohongi
Kejujuran merupakan pondasi yang penting dalam membentuk hubungan yang sehat. Namun, dalam toxic relationship, pasangan kita sering berbohong dan menyembunyikan hal-hal dari kita tanpa alasan yang jelas. Hal ini biasanya dipicu oleh perilaku pasangan yang suka mengontrol dan kita tidak memiliki ruang tersendiri dalam hubungan tersebut.
6. Menerima Kekerasan Fisik
Sebuah hubungan dikatakan toxic jika terdapat kekerasan fisik di dalamnya. Pasangan yang tidak sehat secara emosional cenderung menggunakan kekerasan fisik dalam menghadapi pertengkaran atau konflik dalam hubungan. Kekerasan fisik tidak dapat dibenarkan dalam setiap kondisi, baik dalam konflik besar atau kecil.
Keluar dan Terhindar dari Toxic Relationship
Keluar dari toxic relationship tidaklah mudah. Kita membutuhkan keputusan dan langkah-langkah yang tepat untuk melakukannya. Hanya mengakhiri hubungan tanpa ada penyelesaian yang baik bukanlah solusi yang terbaik. Untungnya, terdapat beberapa buku yang dapat membantu kita untuk keluar dan terhindar dari toxic relationship. Berikut adalah beberapa rekomendasi buku yang dapat membantu kita:
1. “A Handbook for Toxic Relationship”
Buku ini membahas mengenai berbagai jenis hubungan yang sehat dan toxic, serta cara-cara untuk berdamai dengan diri sendiri setelah keluar dari toxic relationship.
2. “Book of Toxic Relationship”
Buku ini memberikan arahan dan membantu kita melihat kehidupan dengan sudut pandang yang lebih besar, serta membantu kita untuk meningkatkan wawasan kita tentang hubungan beracun.
3. “Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan Meracuni Masa Depan, Apa yang Harus Dilakukan?”
Buku ini mengulas tentang perilaku orang-orang dalam hubungan toxic dan mindset yang dapat menyebabkan terjadinya toxic relationship. Juga dilengkapi dengan lembar self-assessment untuk menilai kondisi hubungan kita sendiri.
Semua buku di atas dibuat oleh para ahli dan memberikan berbagai panduan serta informasi tentang toxic relationship. Membaca dan mempelajari buku-buku tersebut dapat membantu kita dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengambil langkah-langkah untuk keluar dari toxic relationship.
Kesimpulan
Toxic relationship adalah hubungan yang tidak sehat dan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda adanya toxic relationship agar kita dapat mengambil tindakan yang tepat. Jika kita merasa berada dalam hubungan beracun, kita dapat mempertimbangkan untuk membaca buku-buku yang dapat membantu kita untuk keluar dan terhindar dari toxic relationship. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, kita dapat membangun hubungan yang sehat dan bahagia.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.