Apa Itu MPLS sebagai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah!


Apa Itu MPLS?

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan suatu kegiatan yang diadakan oleh sekolah setiap tahun pada awal tahun ajaran baru. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, baik itu sistem pembelajaran, sarana dan prasarana sekolah, maupun budaya dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. MPLS juga memberikan pembinaan awal terhadap kultur sekolah dan memberikan motivasi serta semangat bagi siswa baru.

Sebelumnya, kegiatan ini dikenal dengan sebutan Masa Orientasi Siswa (MOS). Namun, karena terdapat kekhawatiran terhadap adanya tindakan perundungan atau perploncoan terhadap siswa baru dalam kegiatan MOS, maka MOS diubah menjadi MPLS. Perubahan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan siswa baru serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi proses belajar-mengajar.

MPLS diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Dalam peraturan tersebut, MPLS dijelaskan sebagai kegiatan yang meliputi pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, serta pembinaan awal kultur sekolah.

Tujuan dari MPLS, sebagaimana yang tercantum dalam peraturan tersebut, adalah sebagai berikut:

1. Mengenal potensi diri siswa baru: MPLS memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk mengenal potensi diri mereka, baik dari segi kecerdasan, keterampilan, minat, maupun bakat yang dimiliki. Hal ini akan membantu mereka dalam mengembangkan diri dan menentukan pilihan karir di masa depan.

2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya: MPLS memberikan pengenalan dan pemahaman kepada siswa baru mengenai lingkungan sekolah, termasuk keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana yang ada. Dengan demikian, siswa baru dapat lebih mudah beradaptasi dan merasa nyaman dalam lingkungan tersebut.

3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru: MPLS bertujuan untuk memotivasi siswa baru agar memiliki semangat belajar yang tinggi dan mampu mengembangkan cara belajar yang efektif. Hal ini akan membantu mereka dalam mencapai prestasi akademik yang baik di sekolah.

4. Mengembangkan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah: MPLS juga memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk berinteraksi dengan siswa dan warga sekolah lainnya. Interaksi ini diharapkan dapat membentuk hubungan yang positif, saling menghargai, dan memperkuat kebersamaan dalam menjalani aktivitas di sekolah.

5. Menumbuhkan perilaku positif: MPLS mengajarkan siswa baru untuk memiliki perilaku yang positif, seperti kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, serta menjaga kebersihan dan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

See also  Profil Lee Ji Han, Sosok Pahlawan Pada Tragedi Itaewon 2022

Kegiatan MPLS biasanya dilaksanakan dalam rentang waktu antara 3 sampai 6 hari. Tujuan utamanya adalah memberikan pembekalan kepada siswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, khususnya dalam hal kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa. Selain itu, MPLS juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan sekolah sebagai lingkungan akademis serta memperkenalkan mekanisme yang berlaku di dalamnya.

Materi MPLS yang diberikan kepada siswa baru disesuaikan dengan silabus sekolah masing-masing. Namun, secara umum, beberapa materi yang umumnya diajarkan dalam MPLS antara lain adalah:

1. Wawasan Wiyata Mandala

Wawasan Wiyata Mandala merupakan salah satu materi yang dapat diajarkan dalam MPLS. Materi ini mengajarkan siswa tentang pentingnya saling menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat belajar. Dalam materi Wawasan Wiyata Mandala, siswa akan mempelajari fungsi sekolah sebagai tempat bagi masyarakat untuk belajar dan memiliki aturan yang mengatur hubungan antarwarga sekolah. Tujuannya adalah mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Selain itu, dalam materi Wawasan Wiyata Mandala juga diajarkan tentang unsur-unsur sekolah, seperti sekolah itu sendiri, kepala sekolah, guru dan orang tua, serta warga sekolah. Materi ini juga mencakup prinsip-prinsip yang harus diterapkan di dalam sekolah, penataan Wawasan Wiyata Mandala, dan hal-hal lain yang terkait dengan pengenalan siswa terhadap lingkungan sekolah.

2. Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan salah satu materi yang penting dalam MPLS. Materi ini bertujuan untuk membentuk karakter dan pribadi siswa baru menjadi nasionalis, peduli kepada sesama, peka terhadap lingkungan sekitar, dan memiliki sikap-sikap lain yang penting dalam kehidupan. Dalam materi ini, siswa baru akan diajarkan tentang nilai-nilai luhur universal yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa pilar karakter yang dapat diajarkan dalam MPLS antara lain adalah karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, kejujuran/amanah, hormat dan santun, kemandirian dan tanggung jawab, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama, percaya diri, dan pekerja keras. Melalui pembelajaran karakter, siswa baru diharapkan dapat mengembangkan sikap-sikap positif dan berperan aktif dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

3. Pengenalan Budaya Lokal

Pengenalan budaya lokal juga dapat menjadi materi yang diajarkan dalam MPLS. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru dengan kekayaan budaya daerah di Indonesia. Dalam era globalisasi ini, budaya lokal seringkali terlupakan atau terkikis oleh pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, pengenalan budaya lokal sangat penting agar siswa dapat menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.

See also  20 Rekomendasi Drama Korea Terpopuler 

Dalam materi pengenalan budaya lokal, siswa baru akan diajarkan tentang berbagai kebudayaan daerah, seperti pakaian adat, makanan khas, tarian tradisional, bahasa daerah, serta berbagai macam kesenian dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah tersebut. Materi ini dapat disampaikan melalui kegiatan praktik langsung, seperti mengenakan pakaian adat, menari atau bernyanyi lagu daerah, serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan budaya di daerah tersebut.

4. Kegiatan Kesiswaan

Kegiatan kesiswaan juga merupakan materi yang penting dalam MPLS. Materi ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru dengan berbagai kegiatan di sekolah yang dapat membantu mereka dalam pengembangan diri. Contoh kegiatan kesiswaan yang dapat diajarkan dalam MPLS antara lain kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, musik, teater, atau kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Melalui materi ini, siswa baru diharapkan dapat mengetahui dan memilih kegiatan mana yang dapat membantu mereka dalam pengembangan diri dan meningkatkan potensi yang dimilikinya.

5. Cara Belajar Efektif

Cara belajar efektif merupakan materi yang penting dalam MPLS. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa baru tentang cara belajar yang efektif dan efisien. Dalam materi ini, siswa baru akan diajarkan tentang berbagai strategi dan teknik belajar yang dapat membantu mereka dalam mengoptimalkan proses belajar-mengajar di sekolah.

Beberapa cara belajar efektif yang dapat diajarkan dalam MPLS antara lain adalah belajar kelompok, membuat perencanaan yang baik, rajin membuat catatan inti pelajaran, mengatur waktu dengan baik, menjadi aktif dalam bertanya dan menjawab, belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, serta jujur dalam mengerjakan ujian agar dapat mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran di sekolah. Dengan pembelajaran cara belajar yang efektif, siswa baru diharapkan dapat mengembangkan potensi akademiknya dan mencapai prestasi yang maksimal di sekolah.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam MPLS sangatlah beragam dan kreatif. Beberapa contoh kegiatan MPLS yang dapat dilakukan antara lain:

1. Penekanan siswa baru untuk berseragam rapi dan tertib dalam berpakaian. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan siswa baru tentang pentingnya kebersihan, kerapihan, dan kedisiplinan dalam berpakaian.

2. Pengenalan lingkungan sekolah, seperti prestasi sekolah, fasilitas sekolah, serta pengenalan kepada semua jajaran sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru-guru. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa baru tentang lingkungan sekolah di mana mereka akan belajar selama beberapa tahun ke depan.

See also  Review Buku Mendaki Tangga Yang Salah Karya Eric Barker

3. Kegiatan bakti sosial, seperti kunjungan ke panti asuhan atau kerja bakti di perkampungan sekitar sekolah. Hal ini bertujuan untuk membentuk rasa empati dan kepedulian sosial pada siswa baru.

4. Penghijauan dan penanaman pohon di lingkungan sekolah, serta pengumpulan bibit bunga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan indah, serta memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

5. Materi tentang kebersihan dan keamanan sekolah, dengan penekanan pada tindakan reward dan punishment. Hal ini bertujuan untuk membentuk sikap-sikap positif pada siswa baru, seperti kebersihan, ketertiban, kerjasama, dan disiplin dalam belajar.

6. Pengenalan dunia kerja dan target masa depan setelah lulus sekolah. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa baru dalam merencanakan karir mereka dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

7. Kegiatan pengecatan lingkungan akibat vandalisme, yang melibatkan partisipasi siswa baru. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, serta pentingnya bertanggung jawab terhadap tindakan yang mereka lakukan.

8. Hiburan atau perlombaan tradisional, seperti lomba panjat pinang atau lomba merangkai kata-kata. Hal ini bertujuan untuk menyenangkan siswa baru dan meningkatkan rasa kebersamaan serta semangat gotong royong di antara mereka.

9. Parade unit kegiatan siswa di sekolah, di mana siswa baru dapat mengenal unit kegiatan seperti drum band, teater, pramuka, osis, pecinta alam, mading, radio, fotografi, seni bela diri, olahraga, dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada siswa baru mengenai berbagai kegiatan yang dapat mereka ikuti di sekolah.

Itulah beberapa contoh materi dan kegiatan MPLS yang dapat diterapkan pada siswa SD, SMP, dan SMA. Dalam penyelenggaraan MPLS, penting bagi sekolah untuk memperhatikan perbedaan antara MPLS dan MOS, serta menjalankan kegiatan MPLS sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam peraturan yang berlaku. Dengan demikian, MPLS dapat menjadi suatu kegiatan yang bermanfaat dan efektif dalam memperkenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah dan membantu mereka dalam beradaptasi dengan kehidupan sekolah yang baru.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?