Sejarah Alat Musik Rebab: Pengertian, Bentuk, dan Cara Memainkannya


Sejarah Alat Musik Rebab

Penyesuaian ulang yang signifikan terhadap budaya dan tradisi di berbagai daerah di Indonesia ini menjadikan alat musik Rebab memiliki keunikan tersendiri. Alat musik Rebab dipercaya telah disebarluaskan di berbagai wilayah melalui jalur perdagangan Islam pada abad ke-8. Pada masa tersebut, penyebaran Islam juga turut membawa pengaruh budaya dan kesenian dari Timur Tengah, Afrika Utara, dan sebagian Eropa. Rebab adalah salah satu instrumen musik yang terkenal di wilayah Timur Tengah, dan diperkirakan berasal dari wilayah tersebut. Namun, perjalanan dan permainan alat musik ini memberikan warna yang berbeda dengan alat musik yang berasal dari negara asalnya.

Adanya catatan sejarah mengenai alat musik Rebab di Candi Borobudur sekitar abad ke-11 menunjukkan bahwa alat musik ini sudah ada sejak lama di Indonesia. Di dinding candi tersebut terdapat gambaran alat musik Rebab yang digunakan oleh masyarakat pada masa itu. Nama Rebab sendiri diduga berasal dari kata Arab “Rabab” yang kemudian disempurnakan dengan menggunakan alat gesek, sehingga alat musik Rebab dengan cara dimainkan dengan cara digesek mulai tersebar luas.

Pada abad ke-8, alat musik Rebab mulai menyebar di wilayah Eropa Barat melalui pusat Khalifah Islam yang ada di Cordoba. Di wilayah tersebut, alat musik Rebab mengalami perkembangan dan menghasilkan instrumen musik biola. Di India, alat musik Rebab juga telah mengalami adaptasi menjadi instrumen musik yang disebut “sarod”. Sarod merupakan instrumen musik gesek yang berasal dari rebab yang dibawa dari Timur Tengah. Salah satu pemain rebab yang terkenal di India adalah Tansen, yang menjadi penyanyi istana Raja Mughal Akbar. Keturunan Tansen yang bernama Bilas Khas juga terkenal sebagai ahli dalam memainkan alat musik yang mirip dengan rebab, yang dikenal dengan nama “Rabyah Ghar”.

Perkembangan rebab juga terjadi di wilayah Persia, India, dan Tiongkok melalui Turki dan Asia Tengah, sebelum kemudian mencapai Asia Tenggara. Di negara Afganistan, alat musik rebab disebut dengan “Rubab”, sementara di Persia disebut dengan “Rabab” yang memiliki arti kumpulan instrumen musik gesek. Di berbagai daerah di Indonesia sendiri, rebab memiliki variasi dalam bentuk dan teknik permainannya, yang disesuaikan dengan adat budaya dan tradisi masyarakat setempat. Hal ini menjadikan rebab memiliki keunikan dan ciri khas dalam setiap daerah.

See also  Theo dan Weslly Tuliskan Kumpulan Puisi dalam Tempat Paling Liar di Muka Bumi

Pengertian Alat Musik Rebab

Alat musik Rebab adalah alat musik yang dimainkan dengan cara digesek. Istilah “Rebab” berasal dari Bahasa Arab yang berarti “busur”. Instrumen ini juga dikenal dengan sebutan rabab, rebap, al-rababa, rebeb, dan rababah. Semua sebutan tersebut merujuk pada alat musik yang sama. Rebab termasuk ke dalam kelompok alat musik gesek, yang bunyinya dihasilkan oleh dawai atau senar yang digesek dengan menggunakan busur gesek.

Rebab terbuat dari bahan kayu dengan ukuran yang kecil dan badan yang bulat atau mendekati segitiga. Rebab memiliki leher yang panjang dengan satu atau tiga senar. Pada bagian depan instrumen ini terdapat sebuah membran yang mirip dengan perkamen atau kulit domba. Rebab tidak memiliki papan nada, namun sering dimainkan dalam tangga nada pentatonik yang terdiri dari lima nada dalam satu oktaf. Penggunaan busur pada Rebab lebih melengkung dibandingkan dengan busur biola. Instrumen ini dibuat tegak, baik bertumpu dengan pangkuan atau di lantai.

Alat musik Rebab memiliki cakupan wilayah nada yang luas dan dapat masuk ke dalam laras apa pun. Suara yang dihasilkan oleh instrumen ini cenderung lirih dan memiliki karakteristik yang khas. Rebab merupakan salah satu instrumen musik tradisional yang penting dalam budaya dan kesenian masyarakat Indonesia.

Bentuk Alat Musik Rebab

Rebab memiliki bentuk yang khas dan unik. Umumnya, rebab memiliki ukuran yang kecil dengan badan yang bulat atau mendekati segitiga. Selain itu, rebab juga dapat memiliki tangkai di bagian bawah atau tidak memiliki tangkai sama sekali. Rebab yang memiliki tangkai sering disebut sebagai rebab tangkai, sementara rebab yang tidak memiliki tangkai harus dipangku ketika dimainkan.

See also  Tips Feng Shui Rumah untuk Datangkan Hoki dan Bawa Rezeki

Secara fisik, rebab dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu watangan, bathokan, sikilan, dan senggreng atau kosok.

1. Watangan

Watangan merupakan bagian atas rebab yang terbuat dari kayu atau gading gajah. Bagian ini berfungsi sebagai tempat dawai atau senar disematkan dan sebagai pegangan ketika memainkan rebab. Watangan terdiri dari menur atau hiasan di bagian paling atas, bahu yang terdiri dari beberapa telinga sebagai tempat mengikat senar di bagian atas, dan popor sebagai penyambung antara watangan dan bathokan.

2. Bathokan

Bathokan atau bokongan merupakan bagian yang berfungsi sebagai kotak resonansi suara dari senar yang digesek menggunakan busur gesek. Bathokan umumnya terbuat dari bahan kayu dengan penutup dari kulit, seperti kulit kerbau, ikan buntal, atau domba. Bagian belakang bathokan sering dihiasi dengan kain beludru yang dijahit dengan benang berwarna emas, sehingga memberikan tampilan yang cantik.

3. Sikilan

Sikilan adalah kaki rebab yang digunakan untuk menyangga bathokan dan watangan. Bagian ini terdiri dari popor sebagai penyambung antara sikilan dan bathokan, cakil sebagai pengait senar bawah, dan palemahan sebagai tempat dudukan rebab yang bersentuhan dengan tanah atau lantai.

4. Senggreng atau Kosok

Senggreng atau kosok adalah alat penggesek rebab. Senggreng terdiri dari bobat yang terbuat dari bulu ekor kuda, benda sebagai pegangan dan pengait bawah bobat, sirah bajul sebagai pengait atas bobat, dan rangkung sebagai busur penghubung antara benda dan sirah bajul.

Fungsi dari Alat Musik Rebab

Alat musik rebab memiliki berbagai fungsi dalam kesenian dan budaya masyarakat Indonesia.

1. Penuntun Arah Lagu Sinden

Dalam kesenian gamelan Jawa, rebab berfungsi sebagai penuntun arah lagu sinden. Sinden adalah seorang penyanyi dalam gamelan yang menyampaikan syair atau tembang. Rebab tidak hanya sebagai alat musik pengiring untuk sinden, tetapi juga berperan dalam menentukan arah dan irama lagu yang akan dinyanyikan.

2. Pemimpin Lagu dalam Ansambel

Rebab juga sering digunakan sebagai pemimpin lagu dalam ansambel musik tradisional. Sebagai instrumen pembuka, rebab memainkan lagu pembuka dan menentukan laras dan pathet yang akan digunakan dalam pertunjukan musik. Permainan rebab yang khas dan lirih menciptakan suasana yang khas dan mempesona.

See also  Apa Itu Eau De Toilette dan Apa Perbedaannya dengan Eau De Parfum?

3. Berfungsi dalam Gendhing

Rebab juga memiliki peran penting dalam gendhing, yaitu komposisi musik tradisional Jawa. Rebab digunakan untuk menentukan gendhing, memainkan lagu pembuka, dan menentukan laras dan pathet yang akan digunakan dalam gendhing. Alat musik ini memberikan petunjuk yang jelas mengenai aliran lagu gendhing dan memberikan warna yang khas dalam pertunjukan musik tradisional.

Dengan berbagai fungsi dan peran yang dimilikinya, alat musik rebab terus dilestarikan dan diajarkan kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya dan kesenian Indonesia.

Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur gesek yang telah tersedia. Berikut adalah langkah-langkah dalam memainkan alat musik rebab:

1. Posisikan ibu jari tangan kanan di samping kepala gesekan instrumen rebab.
2. Letakkan jari ke-2 dan juga jari ke-3 pada bagian senar.
3. Gunakan jari ke-4 dan jari ke-5 untuk memperkeras tali.
4. Gesek tali gesekan pada bagian atas tempurung.
5. Jika rebab tidak memiliki tangkai, posisikan rebab dengan berdiri.

Dengan memainkan rebab sesuai dengan teknik yang benar, penghasilan suara yang dihasilkan akan lirih namun tetap menawan dan khas. Alat musik rebab memiliki suara yang khas dan dapat menyatu dengan baik dengan instrumen musik lainnya. Rebab juga sering digunakan sebagai pemimpin tembang, yang menyatukan alat musik lainnya untuk menciptakan suasana yang khas dalam pertunjukan musik.

Penting untuk menjaga dan melestarikan alat musik rebab agar dapat tetap digunakan dan diajarkan kepada generasi mendatang. Dengan memahami sejarah, pengertian, bentuk, fungsi, dan cara memainkan alat musik rebab, kita dapat lebih menghargai kekayaan budaya dan kesenian Indonesia yang terkandung dalam instrumen ini.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply